Monday, November 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kemenkes Catat 3 Subtipe Influenza yang Beredar di Indonesia

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
18 September 2026
in Lifestyle & Health
Kemenkes Catat 3 Subtipe Influenza yang Beredar di Indonesia

Metapos.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan pemantauan terhadap virus influenza yang beredar di Indonesia melalui sistem surveilans kesehatan.

Pemantauan tersebut dilakukan melalui Surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) untuk periode 2024-2026 hingga minggu ke-34. Surveilans melibatkan 39 puskesmas dan 35 rumah sakit.

BACA JUGA

Sinopsis Reawakened Man, Koo Kyo-hwan Makin Sering Mati Makin Kuat

The Remarried Empress, Kisah Perselingkuhan dan Perebutan Takhta Kerajaan

Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat tiga kelompok virus influenza yang paling banyak ditemukan selama Agustus 2026. Virus tersebut terdiri dari influenza A (H1N1pdm09), influenza A (H3N2), dan influenza B/Victoria.

Sementara itu, aktivitas influenza pada minggu ke-34 masih tergolong rendah. Tingkat positivity rate berada di angka 28 persen, atau lebih rendah dibandingkan musim influenza pada 2025.

Dari sejumlah virus yang teridentifikasi, influenza A (H1N1pdm09) tercatat sebagai subtipe yang paling banyak ditemukan.

Dominasi Influenza A Dinilai Bukan Hal Baru

Dokter paru senior sekaligus mantan pejabat WHO SEARO, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan masyarakat tidak perlu berlebihan dalam menyikapi dominasi influenza A.

Ia menjelaskan, influenza A memang sejak lama menjadi jenis influenza yang paling sering ditemukan dan cenderung lebih dominan dibandingkan tipe lainnya.

“Jadi, kalau informasi influenza A ditemui, ya itu memang dari dulu influenza A paling sering ditemui. Justru kalau [influenza tipe] B, C, yang naik, nah itu baru aneh. Kalau A yang dominan, memang dari dulu selalu dominan.

Menurut Tjandra, H1N1pdm09 juga bukan virus yang baru muncul. Subtipe tersebut merupakan varian H1N1 yang menjadi penyebab pandemi influenza pada 2009 dan saat itu dikenal sebagai swine flu atau flu babi.

“Jadi memang sekarang ini, sehari-hari akan ketemu H1N1 yang biasa, H1N1 yang pandemi (Pdm09),” ucap Tjandra, dikutip dari berbagai sumber,  Jumat (18/9/26).

Dengan demikian, temuan H1N1pdm09 dalam surveilans influenza saat ini tidak secara otomatis menunjukkan terjadinya pandemi baru.

Tjandra mengatakan perhatian lebih perlu diberikan jika terdapat subtipe influenza dengan karakteristik berbeda atau jenis virus yang sebelumnya belum umum ditemukan pada manusia.

“Kalau ketemunya H1N1Pdm09, itu bukan sesuatu yang menakutkan. Kalau ketemunya H5N1, nah itu, atau ketemunya H7N9 misalkan, sesuatu yang belum pernah kita dengar, nah itu baru mengkhawatirkan,” ujarnya.

Langkah Pencegahan Tetap Dibutuhkan

Meski subtipe influenza A yang terdeteksi merupakan virus yang telah dikenal, masyarakat tetap perlu menerapkan langkah pencegahan untuk menekan risiko penyebaran.

Tjandra menjelaskan bahwa vaksin influenza dapat membantu memberikan perlindungan dari influenza musiman, termasuk H1N1pdm09 dan H3N2.

Selain vaksinasi, masyarakat yang mengalami gejala flu disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi kemungkinan menularkan virus kepada orang lain.

“Karena ini sama kayak kejadian biasa, maka pencegahannya sama kayak pencegahan flu yang pada umumnya. Jadi, kalau sakit dia pakai masker, jangan keluar rumah,” ucap Tjandra.

Tags: H1N1pdm09H3N2influenza AInfluenza BKemenkesKesehatan IndonesiaMetapos.idvirus influenza
Previous Post

Gerindra Buka Peluang Koalisi, Begini Respons PDIP

Next Post

Insentif Dapur MBG Bakal Berubah, Tak Lagi Rp6 Juta Per Hari?

Related Posts

Sinopsis Reawakened Man, Koo Kyo-hwan Makin Sering Mati Makin Kuat
Lifestyle & Health

Sinopsis Reawakened Man, Koo Kyo-hwan Makin Sering Mati Makin Kuat

2 November 2026
The Remarried Empress, Kisah Perselingkuhan dan Perebutan Takhta Kerajaan
Lifestyle & Health

The Remarried Empress, Kisah Perselingkuhan dan Perebutan Takhta Kerajaan

2 November 2026
Crocs Luncurkan Jibbitz Eksklusif Bertema Budaya Lokal Indonesia
Lifestyle & Health

Crocs Luncurkan Jibbitz Eksklusif Bertema Budaya Lokal Indonesia

2 November 2026
Sinopsis Fjord, Film Terbaik Cannes 2026 yang Tayang di Indonesia
Lifestyle & Health

Sinopsis Fjord, Film Terbaik Cannes 2026 yang Tayang di Indonesia

1 November 2026
Paul Bettany Alami Cedera Mata saat Syuting Serial VisionQuest
Lifestyle & Health

Paul Bettany Alami Cedera Mata saat Syuting Serial VisionQuest

1 November 2026
Adele Disebut Akan Comeback dengan Album Kelima pada 2027
Lifestyle & Health

Adele Disebut Akan Comeback dengan Album Kelima pada 2027

1 November 2026
Next Post
Insentif Dapur MBG Bakal Berubah, Tak Lagi Rp6 Juta Per Hari?

Insentif Dapur MBG Bakal Berubah, Tak Lagi Rp6 Juta Per Hari?

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini