Metapos.id, Jakarta – Resident Evil garapan Zach Cregger hadir dengan pendekatan berbeda dari film-film sebelumnya. Film ini bukan adaptasi langsung dari versi video game, tetapi tetap mempertahankan unsur utama dari waralaba horor survival tersebut.
Cerita berfokus pada Bryan (Austin Abrams), seorang kurir medis yang mendapat tugas mengirim paket medis ke Raccoon City. Ia sempat menolak karena badai salju, tetapi bayaran yang ditawarkan membuatnya berubah pikiran.
Dalam perjalanan, Bryan tidak sengaja menabrak seorang wanita. Ia kemudian berusaha menolong perempuan yang mengalami luka parah tersebut tanpa mengetahui bahwa wanita itu merupakan salah satu korban wabah T-virus.
Bryan sendiri bukan sosok pahlawan dengan kemampuan khusus. Ia hanya kurir biasa yang tidak memiliki kemampuan menggunakan senjata ataupun menganalisis situasi dengan cepat.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat Resident Evil terasa lebih segar. Berbeda dengan karakter seperti Alice dan Leon Kennedy, Bryan merupakan sosok anti-hero yang lebih membumi.
Kebingungan, kesalahan, hingga kesedihan Bryan di tengah wabah membuat film ini menghadirkan sisi manusiawi. Dalam situasi yang tidak masuk akal, Bryan terkadang hanya bisa mengandalkan keberuntungan untuk bertahan hidup.
Cregger juga terlihat berhati-hati dalam membangun atmosfer. Tempo cerita tidak terburu-buru, sementara ketegangan kerap diawali celetukan komedi yang membuat tingkah Bryan justru memancing tawa.
Perpaduan horor dan komedi menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Ancaman zombie hingga mutan tidak selalu digunakan untuk menghasilkan teror yang mencekam, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman yang menghibur.
Pendekatan tersebut terasa memiliki hubungan dengan gaya Cregger dalam Barbarian (2022) dan Weapons (2025). Penonton yang mengikuti dua film tersebut kemungkinan akan mengenali ciri khas Cregger dalam meramu horor dengan elemen komedi.
Lewat Resident Evil, Cregger menunjukkan bahwa film survival horror tidak harus terus-menerus membuat penonton merasa ngeri. Ketegangan bisa berjalan berdampingan dengan humor tanpa menghilangkan unsur horornya.
Pada akhirnya, Resident Evil menawarkan pengalaman baru untuk waralaba tersebut. Film ini tidak hanya mengandalkan zombie dan mutan, tetapi juga mengajak penonton melihat kembali sisi kemanusiaan ketika seseorang berada dalam situasi penuh ancaman.
Resident Evil kini telah tayang di bioskop-bioskop Indonesia.






