Monday, June 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

OJK: Kinerja Industri Keuangan Non Bank per November 2022 Masih Dalam Kondisi Baik

metaposmedia by metaposmedia
3 January 2023
in Ekbis
OJK: Kinerja Industri Keuangan Non Bank per November 2022 Masih Dalam Kondisi Baik

JAKARTA,Metapos.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi kinerja industri keuangan non bank (IKNB) pada 2022. Di periode ini, pendapatan premi sektor asuransi selama periode Januari sampai dengan November 2022 mencapai Rp280,24 triliun.

Jumlah itu tumbuh sebesar 0,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA

Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan

Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Korea Selatan, Ini Penyebabnya

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Ogi Prastomiyono merinci, akumulasi premi asuransi umum yang tumbuh sebesar 14,06 persen yoy selama periode yang sama, menjadi Rp106,91 triliun per November 2022.

“Namun demikian, akumulasi premi asuransi jiwa turun 6,45 persen yoy dibanding periode sebelumnya, dengan nilai sebesar Rp173,33 triliun per November 2022,” papar Ogi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK yang dilakukan secara virtual, Senin 2 Januari.

Industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan risk based capital (RBC) masing-masing sebesar 479,88 persen dan 324,34 persen.

“Meskipun RBC dalam tren yang menurun dan RBC beberapa perusahaan asuransi dimonitor ketat, namun secara agregat RBC industri asuransi masih berada di atas threshold sebesar 120 persen,” kata Ogi menambahkan.

Dari sektor multifinance, OJK mencatat outstanding piutang pembiayaan tumbuh 12,96 persen yoy pada November 2022 menjadi Rp409,5 triliun, didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh 32,8 persen yoy dan 23,1 persen yoy.

Sementara itu profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) tercatat turun menjadi 2,48 persen.

“Pada periode ini, gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,01 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali,” pungkas Ogi.

Untuk sektor dana pensiun, lanjut Ogi, tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 5,06 persen yoy, dengan nilai aset mencapai Rp341,87 triliun.

Sedangkan kinerja fintech peer to peer (P2P) lending pada November 2022 masih mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 72,7 persen yoy, dan meningkat sebesar Rp960 miliar dibandingkan posisi per Oktober 2022 menjadi Rp50,3 triliun.

“Sementara itu, tingkat risiko kredit secara agregat tercatat menurun menjadi 2,83 persen,” imbuh Ogi.

Namun demikian, lanjutnya, OJK mencermati tren kenaikan risiko kredit dan penurunan kinerja di beberapa fintech P2P lending.

Tags: Metapos.idOJK
Previous Post

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Pelindo Pastikan Terapkan Langkah Antisipasi di Seluruh Terminalnya

Next Post

Gandeng Bank Nobu, Ditjen AHU KemenkumHAM Akan Terima PNBP melalui QRIS

Related Posts

Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan
Ekbis

Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan

22 June 2026
Warga China Mulai Tinggalkan Nobar Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Ekbis

Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Korea Selatan, Ini Penyebabnya

22 June 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Balikpapan Urus NIB hingga Sertifikat Halal
Ekbis

Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Balikpapan Urus NIB hingga Sertifikat Halal

21 June 2026
Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz
Ekbis

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz

20 June 2026
Perkuat Peran Pemda dalam Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kemendagri
Ekbis

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

19 June 2026
RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030
Ekbis

RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030

19 June 2026
Next Post
Gandeng Bank Nobu, Ditjen AHU KemenkumHAM Akan Terima PNBP melalui QRIS

Gandeng Bank Nobu, Ditjen AHU KemenkumHAM Akan Terima PNBP melalui QRIS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini