Metapos.id, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan cadangan beras nasional tetap aman meski Indonesia diperkirakan menghadapi musim kemarau panjang pada 2026.
Ia menyampaikan hal tersebut saat melakukan peninjauan ke gudang Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23 April 2026).
Amran menjelaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 5 juta ton. Angka itu disebut sebagai level tertinggi sepanjang sejarah.
Selain cadangan pemerintah, sektor hotel, restoran, dan katering juga memiliki persediaan sekitar 12,5 juta ton. Sementara potensi padi siap panen diperkirakan berada di kisaran 11 juta ton.
Menurutnya, total pasokan beras nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 11 bulan.
Meski memasuki musim kemarau, pemerintah yakin produksi tetap berjalan stabil. Sistem irigasi dan program pompanisasi menjadi penopang utama di berbagai wilayah.
Karena itu, Amran optimistis kebutuhan beras nasional dapat terjaga hingga 15 bulan ke depan.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya distribusi air, perbaikan jaringan irigasi, dan percepatan penggunaan pompa di kawasan pertanian.
Di sisi lain, Bulog telah menyerap 1,6 juta ton beras dari petani sampai April 2026.
Bulog juga melakukan pembelian jagung sebanyak 131.000 ton. Langkah ini dinilai memperkuat ketahanan pangan nasional.
Amran menegaskan tidak ada alasan bagi harga beras mengalami lonjakan di pasar. Ia meminta pedagang tetap mematuhi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Sementara itu, pemerintah terus menjalankan program peningkatan produksi pangan. Program tersebut mencakup optimalisasi 800.000 hektare lahan dan pompanisasi untuk 500.000 hektare.
Pemerintah juga menargetkan pembukaan sawah baru seluas 200.000 hektare.







