Thursday, April 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Fenomena Gerhana Bintang 26 April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
23 April 2026
in Nasional
Fenomena Gerhana Bintang 26 April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia

Metapos.id, Jakarta – Warga Indonesia berkesempatan melihat fenomena langit langka pada penghujung April 2026. Kejadian ini dikenal sebagai okultasi asteroid atau gerhana bintang.

Fenomena tersebut muncul ketika asteroid (1201) Strenua melintas di depan bintang HIP 35933 (HD 58050). Dampaknya, cahaya bintang akan meredup dalam waktu singkat.

BACA JUGA

UTBK 2026 Diwarnai Kecurangan, Puan Maharani Minta Pengawasan Diperketat

Mentan Amran Tegaskan Stok Beras Nasional Aman Hadapi El Nino 15 Bulan

Menurut Observatorium Bosscha, okultasi adalah peristiwa saat benda langit menutupi objek lain yang terlihat lebih kecil dari Bumi.

Selain menarik perhatian publik, kejadian ini juga bernilai penting bagi dunia sains. Pengamatan dapat membantu astronom mengetahui ukuran serta bentuk asteroid dengan lebih tepat.

Fenomena ini diprediksi terjadi pada 26 April 2026. Beberapa wilayah di Indonesia berada dalam jalur pengamatan yang ideal.

Oleh sebab itu, peneliti memerlukan data dari banyak titik. Semakin luas cakupan pengamatan, semakin baik hasil perhitungannya.

Untuk mendukung agenda tersebut, Observatorium Bosscha mengadakan kampanye nasional. Kegiatan ini melibatkan lembaga, komunitas, dan pengamat independen.

Masyarakat pun dapat ikut memantau fenomena tersebut. Cukup gunakan teleskop kecil atau kamera yang mampu merekam perubahan cahaya.

Namun, pengamat disarankan memilih tempat dengan cuaca cerah. Selain itu, jauhi area yang memiliki polusi cahaya berlebih.

Tags: Fenomenagerhana bintang.langit langkaMetapos.idObservatorium Bosschaokultasi asteroid
Previous Post

Mentan Amran Tegaskan Stok Beras Nasional Aman Hadapi El Nino 15 Bulan

Next Post

Indosat Siapkan Layanan Komunikasi Terintegrasi bagi Jamaah Haji di Area JAYA

Related Posts

UTBK 2026 Diwarnai Kecurangan, Puan Maharani Minta Pengawasan Diperketat
Nasional

UTBK 2026 Diwarnai Kecurangan, Puan Maharani Minta Pengawasan Diperketat

23 April 2026
Mentan Amran Tegaskan Stok Beras Nasional Aman Hadapi El Nino 15 Bulan
Nasional

Mentan Amran Tegaskan Stok Beras Nasional Aman Hadapi El Nino 15 Bulan

23 April 2026
Pemprov DKI Berlakukan Tarif Rp1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT
Nasional

Pemprov DKI Berlakukan Tarif Rp1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT

23 April 2026
NasDem Setuju Usulan KPK, Capres dan Cawapres Berasal dari Kader Partai
Nasional

NasDem Setuju Usulan KPK, Capres dan Cawapres Berasal dari Kader Partai

23 April 2026
Sengketa CMNP Menang, Hary Tanoe dan MNC Kena Ganti Rugi Rp531,5 Miliar
Nasional

Sengketa CMNP Menang, Hary Tanoe dan MNC Kena Ganti Rugi Rp531,5 Miliar

23 April 2026
WNA Asal Inggris Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Depok
Nasional

WNA Asal Inggris Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Depok

23 April 2026
Next Post
Indosat Siapkan Layanan Komunikasi Terintegrasi bagi Jamaah Haji di Area JAYA

Indosat Siapkan Layanan Komunikasi Terintegrasi bagi Jamaah Haji di Area JAYA

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini