Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan di 4,25 Persen

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
1 October 2024
in Tak Berkategori
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan di 4,25 Persen

Jakarta, Metapos.id – Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Senin 30 September 2024, LPS telah melakukan evaluasi dan menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) bagi simpanan dalam Rupiah di bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR), serta simpanan dalam bentuk valuta asing (valas) di bank umum.

Berdasarkan hasil RDK tersebut, LPS memutuskan untuk mempertahankan TBP simpanan rupiah di bank umum dan BPR serta simpanan valas di bank umum.

BACA JUGA

Trump Pertimbangkan Kembali Serangan Militer ke Iran

MU Terbelah soal Pengganti Michael Carrick

Saat ini, TBP simpanan rupiah pada Bank Umum adalah 4,25 persen dan TBP simpanan rupiah pada BPR ialah 6,75 persen. Sedangkan untuk TBP simpanan valas pada bank umum adalah sebesar 2,25 persen.

Penetapan tersebut salah satunya didasari untuk memberikan ruang lanjutan bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas dan suku bunga.

Selanjutnya, TBP tersebut akan berlaku untuk periode 1 Oktober 2024 hingga 31 Januari 2025.

Perlu diketahui bahwa TBP simpanan adalah batas suku bunga simpanan maksimal agar simpanan nasabah perbankan dapat masuk program penjaminan simpanan.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pertumbuhan ekonomi lintas negara sepanjang tahun 2024 cukup menjanjikan meskipun masih berada dalam laju yang berbeda-beda dan belum sepenuhnya optimal ke level pra-pandemi.

“Meski demikian, kedepan masih terdapat beberapa risiko ketidakpastian yang tetap perlu dicermati antara lain, indikasi penurunan aktivitas manufaktur global, eskalasi konflik geopolitik kawasan, transisi pemerintahan di berbagai negara yang potensial mempengaruhi arah kebijakan ekonomi serta ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga yang dapat mempengaruhi sentimen investor pasar keuangan,” ujarnya di Jakarta, Senin, 30 September.

Selanjutnya, Purbaya memaparkan, kinerja ekonomi domestik masih baik dan perlu terus didorong lebih tinggi. Perbaikan kinerja tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen berada di zona optimis diikuti dengan tren penjualan riil di zona positif 5,8 persen secara yoy pada Agustus 2024.

Sementara, kinerja neraca perdagangan mencatat surplus 2,9 miliar dolar AS dan berkontribusi mendukung ketahanan eksternal. Indikasi adanya penurunan kinerja.

“Dari sinilah aktivitas ekonomi lintas sektor dan ekspansi korporasi perlu terus didorong lebih tinggi agar dapat berkontribusi pada peningkatan daya beli rumah tangga dan kualitas pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan beberapa perkembangan positif terkini yaitu, kinerja industri perbankan terus membaik ditopang sektor korporasi. Per Agustus 2024, kredit perbankan tumbuh sebesar 11,40 persen secara yoy, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 7,01 persen secara yoy. Sektor korporasi masih memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar baik disisi kredit maupun DPK masing masing sebesar 14,50 persen dan 15,14 persen secara yoy.

Kemudian, Kondisi permodalan perbankan masih solid. Rasio permodalan (KPMM) industri terjaga di level 26,48 persen pada periode Agustus 2024. Sementara itu, kondisi likuiditas masih relatif memadai dengan rasio rasio AL/NCD berada di level 112,91 persen dan AL/DPK sebesar 25,37 persen.

Previous Post

Bahlil Minta ExxonMobil Cepu Tingkatkan Produksi

Next Post

Ekonom Optimistis Tekanan Inflasi Tetap Rendah di Sisa Tahun 2024

Related Posts

Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Tak Berkategori

Trump Pertimbangkan Kembali Serangan Militer ke Iran

30 October 2026
Manchester United dikabarkan mempertimbangkan Julian Nagelsmann, Antonio Conte, Eddie Howe, dan Unai Emery sebagai kandidat pengganti Michael Carrick.
Tak Berkategori

MU Terbelah soal Pengganti Michael Carrick

23 October 2026
IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia 2026 menjadi 4,8%, didukung dampak guncangan energi yang terbatas dan pesatnya perkembangan AI.
Tak Berkategori

Ekonomi Asia Tumbuh 4,8%, AI Jadi Pendorong

21 October 2026
Kisah Safinah, sahabat Rasulullah ﷺ yang dijuluki Kapal dan dikisahkan bertemu singa. Simak riwayat, sumber hadis, dan pelajaran yang dapat dipetik.
Tak Berkategori

Kisah Safinah, Sahabat Nabi yang Ditolong Singa

20 October 2026
Pengiriman smartphone global turun 20% pada kuartal III 2026 akibat kelangkaan memori, sementara Samsung dan Apple memperbesar pangsa pasar.
Tak Berkategori

Samsung dan Apple Perkuat Pangsa Pasar Smartphone

14 October 2026
SpaceX mengakuisisi spektrum 800 MHz untuk memperkuat Starlink Mobile dan memperluas konektivitas seluler di Amerika Serikat, termasuk wilayah terpencil.
Tak Berkategori

Elon Musk Perluas Starlink untuk Tantang Operator Seluler

13 October 2026
Next Post
Pemulihan Ekonomi Nasional Dinilai On The Track, Ekonom: Waspadai Inflasi Global,

Ekonom Optimistis Tekanan Inflasi Tetap Rendah di Sisa Tahun 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini