Metapos.id, Jakarta – Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan visinya untuk membangun wajah baru skuad Garuda. Ia bahkan secara terbuka membidik Piala Dunia 2030 sebagai target utama bersama tim nasional Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Herdman dalam wawancara eksklusif yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi Timnas Indonesia. Dalam kesempatan itu, pelatih asal Inggris tersebut menyebut tim asuhannya sebagai “Garuda yang baru”, simbol dari perubahan dan peningkatan level sepak bola Indonesia.
Herdman menilai ambisi tampil di Piala Dunia 2030 sebagai tantangan besar sekaligus peluang bersejarah, mengingat turnamen tersebut akan menjadi edisi ke-100 sejak Piala Dunia pertama kali digelar. Target ini dipasang setelah Indonesia gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026.
“Ini adalah tanggung jawab yang besar. Saya senang melihat orang dan tim berkembang, naik ke level berikutnya. Harapan saya, warisan yang saya tinggalkan adalah membantu proses itu. Inilah Garuda yang baru,” ujar Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut resmi ditunjuk sebagai nahkoda Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Ia tiba di Indonesia pada 10 Januari dan diperkenalkan secara resmi kepada publik tiga hari kemudian, tepatnya Selasa, 13 Januari 2026.
Indonesia menjadi tim senior kelima yang pernah ditangani Herdman sepanjang karier kepelatihannya. Sebelumnya, ia memiliki pengalaman melatih Timnas Putri Selandia Baru, Timnas Putri Kanada, Timnas Putra Kanada, serta klub MLS Toronto FC.
Nama Herdman dinilai tepat untuk memimpin Timnas Indonesia berkat rekam jejaknya di level internasional. Ia sukses membawa Timnas Putri Selandia Baru tampil di Piala Dunia Putri 2007 dan 2011, serta mengantar Timnas Putri Kanada berlaga di Piala Dunia Putri 2015 saat berstatus tuan rumah.
Prestasi paling menonjol Herdman tercatat saat membawa Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang Kanada yang terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1986, atau setelah 36 tahun absen dari panggung terbesar sepak bola dunia.













