Metapos.id, Jakarta – Jepang berencana memasok peralatan militer ke Kamboja sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan pertahanan kedua negara. Langkah tersebut menjadi tonggak baru dalam kerja sama keamanan antara Tokyo dan Phnom Penh di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia yang terus berkembang.
Rencana tersebut disampaikan setelah pertemuan Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet. Keduanya sepakat meningkatkan kolaborasi di bidang pertahanan, termasuk melalui pemberian bantuan peralatan militer.
Bantuan itu akan diberikan melalui program Official Security Assistance (OSA) yang diluncurkan Jepang pada 2023. Skema tersebut memungkinkan Tokyo memberikan dukungan peralatan dan infrastruktur keamanan kepada negara-negara mitra yang memiliki kepentingan strategis.
Meski belum merinci jenis peralatan yang akan dikirim, pemerintah Jepang memastikan bantuan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pertahanan Kamboja. Program ini juga diharapkan memperkuat stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang semakin aktif memperluas kerja sama keamanan dengan negara-negara Asia Tenggara. Kebijakan tersebut sejalan dengan strategi Tokyo untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan stabil.
Sementara itu, Kamboja menyambut positif rencana kerja sama tersebut sebagai bentuk penguatan hubungan bilateral. Pemerintah Phnom Penh juga berharap kolaborasi di sektor pertahanan dapat berkembang seiring meningkatnya kerja sama di bidang ekonomi dan pembangunan.
Selain bantuan peralatan militer, kedua negara juga berkomitmen mempererat pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kerja sama pelatihan bagi personel pertahanan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat hubungan jangka panjang antara Jepang dan Kamboja.
Rencana pengiriman peralatan militer tersebut menandai babak baru hubungan pertahanan Jepang dan Kamboja. Di tengah meningkatnya tantangan keamanan regional, kerja sama ini dinilai menjadi salah satu upaya memperkuat stabilitas serta menciptakan keseimbangan strategis di kawasan Asia.







