Monday, April 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
Home Nasional

“Ironi PBI JK: Warga Mampu Terdaftar, Jutaan Warga Miskin Justru Tak Tercakup”

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
9 February 2026
in Nasional
“Ironi PBI JK: Warga Mampu Terdaftar, Jutaan Warga Miskin Justru Tak Tercakup”

Metapos.id, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa sebanyak 54 juta penduduk yang berada dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 5 hingga kini belum tercatat sebagai penerima Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Di sisi lain, sekitar 15 juta warga yang masuk dalam kelompok Desil 6 hingga Desil 10 justru tercantum sebagai penerima bantuan tersebut.

Menurut Gus Ipul, kelompok Desil 1–5 merupakan lapisan masyarakat dari kategori sangat miskin hingga menengah, sedangkan Desil 6–10 mencakup kelompok masyarakat kelas menengah hingga menengah atas.

BACA JUGA

Kecelakaan Kampung Rambutan Tewaskan Dua Orang, Bus dan Motor Terlibat

Prudential Indonesia Edukasi Kesehatan Masyarakat di Hari Kesehatan Dunia 2026

“Jumlah warga pada Desil 1 sampai 5 yang belum terlayani PBI JK masih sangat besar, lebih dari 54 juta jiwa,” ujar Gus Ipul dalam Rapat Konsultasi bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

Ia mengakui adanya ketidaksesuaian sasaran dalam pendataan penerima bantuan. Pasalnya, jutaan warga yang seharusnya tidak masuk kategori penerima justru tercatat sebagai penerima PBI JK.

“Sementara warga Desil 6 sampai 10 dan non-desil jumlahnya mencapai lebih dari 15 juta jiwa. Ini membutuhkan penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut dari BPS terkait sistem klasifikasi dan basis datanya,” tuturnya.

Situasi tersebut mencerminkan masih lemahnya validasi dan akurasi data penerima bantuan sosial. Karena itu, pemerintah berencana melakukan evaluasi menyeluruh serta pembaruan data agar program PBI JK benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Tags: BantuanBpsDPR RIGus IpulmasyarakatMenengahMensosMetapos.idPBI JKpenerima
Previous Post

“Ratusan WNI Korban Sindikat Scam Online Dipulangkan dari Kamboja”

Next Post

Pemerintah Aktifkan Kembali 11 Juta PBI BPJS, Menkeu Beri Waktu Pemutakhiran Data 3 Bulan

Related Posts

Kecelakaan Kampung Rambutan Tewaskan Dua Orang, Bus dan Motor Terlibat
Nasional

Kecelakaan Kampung Rambutan Tewaskan Dua Orang, Bus dan Motor Terlibat

13 April 2026
Prudential Indonesia Edukasi Kesehatan Masyarakat di Hari Kesehatan Dunia 2026
Nasional

Prudential Indonesia Edukasi Kesehatan Masyarakat di Hari Kesehatan Dunia 2026

13 April 2026
Batas Puasa Syawal 2026 Jatuh 18 April, Ini Penjelasannya
Nasional

Batas Puasa Syawal 2026 Jatuh 18 April, Ini Penjelasannya

11 April 2026
Pendaftaran SNBT 2026 Berlangsung, Catat Jadwal dan Tahapannya
Nasional

Pendaftaran SNBT 2026 Berlangsung, Catat Jadwal dan Tahapannya

11 April 2026
Polemik Ijazah, Jokowi Tegaskan Siap Tunjukkan di Pengadilan
Nasional

Polemik Ijazah, Jokowi Tegaskan Siap Tunjukkan di Pengadilan

11 April 2026
IRGC Tetapkan Rute Baru di Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata
Nasional

DPR Pertimbangkan Larangan Vape Masuk RUU Narkotika

10 April 2026
Next Post
51 Persen Masyarakat Indonesia Simpan Uang di Bawah Bantal

Pemerintah Aktifkan Kembali 11 Juta PBI BPJS, Menkeu Beri Waktu Pemutakhiran Data 3 Bulan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini