Saturday, June 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
20 March 2026
in Nasional
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Metapos.id, Jakarta – Perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama kembali terjadi pada tahun 2026. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, NU bersama pemerintah memutuskan Lebaran berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Menanggapi perbedaan tersebut, dosen Hukum Keluarga Islam Universitas Darunnajah, Hendro Risbiyantoro, menjelaskan bahwa secara prinsip seseorang boleh saja menjalankan puasa mengikuti satu kelompok, lalu merayakan Idul Fitri bersama kelompok lainnya.

BACA JUGA

Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia di GMTI 2026, Perkuat Sektor Wisata Halal

Jakarta Masuk 100 Kota Terbaik Dunia 2026, Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi

Namun, hal itu hanya berlaku jika awal Ramadan yang dijalani sama.

Permasalahan muncul ketika terjadi perbedaan dalam penetapan awal puasa, seperti yang terjadi tahun ini. Muhammadiyah memulai Ramadan lebih dulu pada 18 Februari 2026 dengan metode hisab. Di sisi lain, NU dan pemerintah menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026 melalui rukyatul hilal.

Perbedaan ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian jumlah hari puasa. Jika seseorang memulai puasa lebih awal tetapi mengikuti Lebaran yang lebih lambat, jumlah puasanya bisa mencapai 31 hari. Sebaliknya, jika memulai puasa lebih lambat namun merayakan Lebaran lebih cepat, total puasanya bisa kurang dari batas minimal, yakni 29 hari.

Menurut Hendro, kondisi tersebut menunjukkan adanya inkonsistensi dalam penggunaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang berkaitan dengan kajian fikih.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap konsisten menggunakan satu metode sejak awal hingga akhir Ramadan.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak Muhammadiyah. Mereka menegaskan bahwa ibadah puasa merupakan satu rangkaian utuh yang tidak dianjurkan untuk dijalankan dengan berpindah-pindah metode. Ketidakkonsistenan dapat menyebabkan jumlah puasa tidak sesuai, bahkan berisiko menjalankan puasa di hari yang seharusnya sudah menjadi Idul Fitri.

Dalam ajaran Islam, puasa dan perayaan Idul Fitri juga mengandung nilai kebersamaan.

Oleh sebab itu, jika seseorang telah memilih metode tertentu, baik hisab maupun rukyat, maka sebaiknya dijalankan secara konsisten hingga akhir.

Tags: Boleh sajaHari Raya Idul FitriKebersamaanMetapos.idMetode hisabMuhamadyahNUPemerintahpenentuanPerbedaanrukyatul hilal.
Previous Post

Rismon Berubah Pandangan, Roy Suryo Curigai Ada Intimidasi

Next Post

Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Bacaan Arab-Latin

Related Posts

Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia di GMTI 2026, Perkuat Sektor Wisata Halal
Nasional

Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia di GMTI 2026, Perkuat Sektor Wisata Halal

20 June 2026
Jakarta Masuk 100 Kota Terbaik Dunia 2026, Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi
Nasional

Jakarta Masuk 100 Kota Terbaik Dunia 2026, Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi

20 June 2026
DPR Temui Mahasiswa di Depan Parlemen, Sampaikan Hasil Dialog 2026
Nasional

DPR Temui Mahasiswa di Depan Parlemen, Sampaikan Hasil Dialog 2026

19 June 2026
Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Sorotan, Polda Metro Beri Penjelasan Resmi
Nasional

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Sorotan, Polda Metro Beri Penjelasan Resmi

19 June 2026
Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Ganggu Hasil Panen, Petani Mulai Bersiap
Nasional

Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Ganggu Hasil Panen, Petani Mulai Bersiap

19 June 2026
Kemnaker Catat 1.940 Peserta Keluar dari Program Magang Nasional 2026
Nasional

Kemnaker Catat 1.940 Peserta Keluar dari Program Magang Nasional 2026

18 June 2026
Next Post
Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Bacaan Arab-Latin

Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Bacaan Arab-Latin

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini