Metapos.id, Jakarta – Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, kembali menyoroti isu yang berkembang mengenai dugaan adanya kesepakatan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pasca-Pilpres 2024. Meski demikian, ia menekankan bahwa kabar tersebut masih berupa rumor dan belum memiliki bukti yang dapat dipastikan kebenarannya.
Menurut Lukas, isu itu kembali mencuat setelah Partai Gerindra secara terbuka menyatakan dukungannya agar Prabowo kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029. Ia menilai langkah tersebut memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.
Lukas mengungkapkan, salah satu rumor yang beredar menyebut Prabowo hanya akan menjabat sebagai presiden selama dua tahun sebelum terjadi pergantian kepemimpinan. Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut belum pernah terverifikasi dan tidak memiliki dasar yang dapat dibuktikan.
Di sisi lain, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie sebelumnya juga pernah menyampaikan pengakuan terkait percakapan yang diklaim berasal dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pilpres 2024, Rosan Roeslani. Dalam keterangannya, Connie menyebut ada skenario Prabowo memimpin selama dua tahun sebelum kepemimpinan dilanjutkan oleh Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan itu kemudian dibantah langsung oleh Rosan Roeslani. Ia memastikan tidak pernah menyampaikan adanya rencana maupun skenario Prabowo hanya menjabat selama dua tahun sebagai kepala negara.
Rosan menjelaskan bahwa pembahasan mengenai masa jabatan dua tahun justru pertama kali disampaikan oleh Connie dalam sebuah percakapan. Saat itu, ia mengaku langsung menepis pembahasan tersebut karena dinilai tidak pantas untuk didiskusikan.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi ataupun bukti yang dapat mengonfirmasi kebenaran isu mengenai dugaan kesepakatan politik terkait masa jabatan Presiden Prabowo. Rumor tersebut masih sebatas spekulasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.







