Tuesday, May 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Hujan Meteor Eta Lyrids Kembali Muncul Mei 2026, Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
7 May 2026
in Nasional
Hujan Meteor Eta Lyrids Kembali Muncul Mei 2026, Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Metapos.id, Jakarta – Warga Indonesia kembali berpeluang menikmati fenomena langit menarik pada Mei 2026. Hujan meteor Eta Lyrids diprediksi melintas dan menghiasi langit malam di awal hingga pertengahan Mei.

Fenomena ini dapat disaksikan dari berbagai daerah tanpa bantuan perangkat astronomi. Selain itu, kondisi langit yang cerah serta rendahnya polusi cahaya akan membantu pengamatan menjadi lebih optimal.

BACA JUGA

Ahmad Sahroni Minta Polri Telusuri Dalang Judi Online Jaringan WNA

Sempat Terpisah dari Rombongan, Pendaki di Gunung Mutis Berhasil Diselamatkan

Menurut informasi astronomi, Eta Lyrids berlangsung aktif sejak 3 hingga 14 Mei 2026. Di sisi lain, puncak kemunculan meteor diperkirakan terjadi pada 9 Mei 2026.

Pengamatan dapat dimulai saat titik radian muncul di bagian timur langit sekitar pukul 22.18 WIB. Selanjutnya, titik tersebut akan terlihat hingga menjelang matahari terbit sekitar pukul 05.29 WIB.

Sementara itu, waktu paling ideal untuk melihat meteor diperkirakan sekitar pukul 04.00 WIB. Pada jam tersebut, posisi radian berada cukup tinggi sehingga peluang melihat meteor menjadi lebih besar.

Walau puncak fenomena berlangsung pada 9 Mei, masyarakat tetap bisa menyaksikan hujan meteor beberapa hari sebelumnya maupun sesudahnya. Namun, intensitas meteor yang terlihat kemungkinan tidak sebanyak saat puncak.

Eta Lyrids diketahui berasal dari area rasi bintang Lyra. Oleh sebab itu, nama hujan meteor ini diambil dari bintang Eta Lyrae yang berada dekat titik radian.

Fenomena hujan meteor muncul ketika Bumi melewati jalur debu sisa komet atau asteroid. Akibat gesekan dengan atmosfer Bumi, partikel-partikel kecil tersebut terbakar dan menghasilkan cahaya menyerupai bintang jatuh.

Para astronom menghubungkan Eta Lyrids dengan komet C/1983 H1 (IRAS-Araki-Alcock). Setiap tahunnya, orbit Bumi melintasi serpihan komet tersebut dan memunculkan hujan meteor tahunan.

Jika dibandingkan dengan hujan meteor populer lainnya, Eta Lyrids memang memiliki jumlah meteor yang lebih sedikit. Meskipun demikian, fenomena ini tetap menarik karena menghadirkan panorama langit malam yang indah.

Agar pengamatan lebih nyaman, masyarakat dianjurkan memilih lokasi terbuka yang jauh dari cahaya perkotaan. Selain itu, hindari penggunaan ponsel atau sumber cahaya terang lainnya saat mengamati langit.

Pengamatan meteor juga tidak membutuhkan teleskop maupun binokular. Masyarakat cukup melihat langsung ke langit malam menggunakan mata telanjang.

Tags: astronomiEta Lyridsfenomena antariksahujan meteorIndonesialangit malamMei 2026Metapos.idrasi Lyra
Previous Post

Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Pramono Akui Kecewa

Next Post

Samsung Galaxy A57 5G Resmi Rilis, Harga Tembus Rp7 Jutaan

Related Posts

Ahmad Sahroni Minta Polri Telusuri Dalang Judi Online Jaringan WNA
Nasional

Ahmad Sahroni Minta Polri Telusuri Dalang Judi Online Jaringan WNA

11 May 2026
Sempat Terpisah dari Rombongan, Pendaki di Gunung Mutis Berhasil Diselamatkan
Nasional

Sempat Terpisah dari Rombongan, Pendaki di Gunung Mutis Berhasil Diselamatkan

11 May 2026
Indonesia Masuk Radar Sindikat Judi Online Asia Tenggara
Nasional

Indonesia Masuk Radar Sindikat Judi Online Asia Tenggara

11 May 2026
Masjidil Haram Padat, Jemaah Haji 2026 Disarankan Kurangi Aktivitas Berat
Nasional

Masjidil Haram Padat, Jemaah Haji 2026 Disarankan Kurangi Aktivitas Berat

11 May 2026
Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah
Nasional

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

11 May 2026
Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Haji Indonesia di Arafah
Nasional

Menag Buka Pindapata Nasional Waisak 2026, Dihadiri 10 Ribu Umat Buddha

11 May 2026
Next Post
Samsung Galaxy A57 5G Resmi Rilis, Harga Tembus Rp7 Jutaan

Samsung Galaxy A57 5G Resmi Rilis, Harga Tembus Rp7 Jutaan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini