Metapos.id, Jakarta – Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, menyampaikan dua pilihan kepada calon jemaah umrah yang belum diberangkatkan pada 2026.
Farhan menjelaskan hal tersebut saat bertemu dengan ratusan jemaah di kantor Hanania Travel, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).
Dalam pertemuan itu, ia mengakui keberangkatan jemaah belum berjalan sesuai jadwal. Bahkan, keberangkatan untuk Juni dan Juli 2026 ikut tertunda.
Farhan menegaskan dirinya hadir langsung untuk memberikan penjelasan kepada para jemaah. Karena itu, ia meminta semua pihak mendengarkan solusi yang ditawarkan perusahaan.
Pilihan pertama berupa penjadwalan ulang keberangkatan secara bertahap selama enam bulan ke depan. Namun, calon jemaah perlu menambah biaya perjalanan.
Menurut Farhan, Hanania Travel akan menggandeng agen perjalanan lain untuk membantu proses keberangkatan. Selain itu, perusahaan menggunakan skema Joint Operation agar jadwal umrah tetap berjalan.
Ia juga mengatakan biaya avtur dan operasional mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, perusahaan melakukan penyesuaian harga paket umrah.
Sebagian jemaah tampak kecewa dengan penawaran tersebut. Sementara itu, suasana pertemuan mulai memanas ketika Farhan memaparkan opsi kedua.
Perusahaan menawarkan pengembalian dana secara bertahap dengan waktu maksimal dua tahun. Meski begitu, sejumlah jemaah meminta proses refund dilakukan lebih cepat.
Kasus Hanania Travel kini mendapat sorotan luas dari publik. Selain itu, beberapa korban mulai melapor ke pihak kepolisian atas dugaan penipuan.
Nilai kerugian para calon jemaah disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Di sisi lain, aparat masih mendalami laporan dan proses mediasi yang berlangsung.







