Tuesday, October 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Fakta Sejarah dan Astronomi di Balik Februari yang Paling Pendek

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
27 February 2026
in Nasional
Soroti Penggunaan AI di Gereja, Paus Leo Tegaskan Khotbah Tak Bisa Digantikan Mesin

Metapos.id, Jakarta – Februari 2026 tercatat hanya memiliki 28 hari. Hal ini kerap menimbulkan pertanyaan, mengingat bulan lain dalam kalender umumnya berjumlah 30 atau 31 hari. Penjelasannya berkaitan erat dengan sejarah panjang sistem penanggalan dan perhitungan astronomi.

Jejak Kalender Romawi Kuno

BACA JUGA

Saksi Disebut Ubah Keterangan dalam Sidang Kuota Haji

Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027

Dalam sejarahnya, kalender Romawi awalnya hanya terdiri dari 10 bulan, dimulai dari Maret hingga Desember. Sistem ini belum mengenal Januari dan Februari. Karena tidak selaras dengan siklus musim dan peredaran Matahari, kalender tersebut kemudian direformasi pada masa Raja Numa Pompilius sekitar 713 SM.

Pada masa inilah Januari dan Februari ditambahkan. Februari ditempatkan sebagai bulan terakhir dalam satu tahun dan diberi 28 hari. Angka tersebut diyakini memiliki makna simbolis dalam tradisi Romawi, karena Februari sering dikaitkan dengan ritual penyucian dan penghormatan kepada dewa-dewa.

Reformasi oleh Julius Caesar

Perubahan besar kembali terjadi pada 45 SM ketika Julius Caesar memperkenalkan kalender Julian. Sistem ini disusun berdasarkan perhitungan satu tahun matahari yang berlangsung sekitar 365,25 hari. Untuk menyesuaikan kelebihan seperempat hari tersebut, ditetapkanlah satu hari tambahan setiap empat tahun atau yang kini dikenal sebagai tahun kabisat.

Meski demikian, Februari tetap dipertahankan sebagai bulan terpendek dengan 28 hari, sementara pada tahun kabisat jumlahnya menjadi 29 hari.

Penyempurnaan Kalender Gregorian

Pada 1582, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian guna memperbaiki selisih kecil dalam kalender Julian. Perhitungan tahun matahari diperhalus menjadi sekitar 365,2422 hari. Walaupun ada penyesuaian teknis, susunan jumlah hari setiap bulan tidak diubah, termasuk Februari yang tetap menjadi bulan dengan hari paling sedikit.

Penjelasan Ilmiah

Secara astronomi, satu tahun tidak dapat dibagi rata menjadi 12 bulan dengan jumlah hari yang sama tanpa menghasilkan kelebihan hari. Jika semua bulan berisi 30 atau 31 hari, totalnya akan melampaui 365 hari. Karena itu, satu bulan harus dibuat lebih pendek untuk menyeimbangkan perhitungan. Warisan sejarah membuat Februari mempertahankan posisi tersebut hingga sekarang.

Dengan demikian, Februari 2026 hanya memiliki 28 hari karena bukan tahun kabisat. Kombinasi faktor sejarah Romawi dan kebutuhan penyesuaian dengan siklus Matahari menjadikan Februari bulan yang unik dalam kalender modern.

Tags: alasan Februari pendekbulan februariMetapos.idNuma Pompiliussejarah kalender Romawi
Previous Post

PDIP Sebut UU Tidak Melarang Keluarga Presiden dan Wapres Maju Pilpres

Next Post

BMKG: Gerhana Bulan Total Awal Maret Dapat Disaksikan dari RI

Related Posts

Amsal Christy Sitepu dan Ibrahim Arief menyoroti perubahan keterangan saksi dalam sidang dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut.
Nasional

Saksi Disebut Ubah Keterangan dalam Sidang Kuota Haji

13 October 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027
Nasional

Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027

13 October 2026
124 Ribu Kasus WNI Ditangani, Kemlu Perkuat Perlindungan di Luar Negeri
Nasional

124 Ribu Kasus WNI Ditangani, Kemlu Perkuat Perlindungan di Luar Negeri

13 October 2026
Pemerintah Belum Angkat Karhutla Jadi Bencana Nasional, Apa Pertimbangannya?
Nasional

Pemerintah Belum Angkat Karhutla Jadi Bencana Nasional, Apa Pertimbangannya?

12 October 2026
83 Anak Jadi Korban, 11 Pengasuh Little Aresha Dituntut 5 Tahun
Nasional

83 Anak Jadi Korban, 11 Pengasuh Little Aresha Dituntut 5 Tahun

12 October 2026
Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Nasional

Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah

12 October 2026
Next Post
Soroti Penggunaan AI di Gereja, Paus Leo Tegaskan Khotbah Tak Bisa Digantikan Mesin

BMKG: Gerhana Bulan Total Awal Maret Dapat Disaksikan dari RI

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini