Saturday, May 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Eks Dirut PIS Hadapi Tuntutan Berat, Curhat Soal Keluarga di Sidang Tipikor

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
20 February 2026
in Hukum & Kriminal
Hasil Uji Rambut Ungkap Konsumsi MDMA, Eks AKBP Didik Dipecat dan Jadi Tersangka

Metapos.id, Jakarta – Mantan Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS), Yoki Firnandi, membacakan nota pembelaan (pledoi) pribadinya dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina (Persero), subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (19/2/2026) malam.

Dalam pembelaannya, Yoki menyinggung perjalanan kariernya selama lebih dari dua dekade di perusahaan pelat merah tersebut. Ia mengaku tak pernah membayangkan pengabdiannya selama 22 tahun harus berujung pada kursi pesakitan.

BACA JUGA

Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung

Dua WNI Disekap Sindikat Penyelundup Timah, Bareskrim Lakukan Penyelamatan

“Saya telah bekerja di Pertamina selama lebih dari 22 tahun. Memiliki pekerjaan yang baik di sebuah korporasi yang besar agar masa depan saya dan keluarga menjadi lebih baik,” ujar Yoki saat membacakan pledoi.

Ia juga mengungkapkan kegelisahan terdalamnya selama menjalani proses hukum. Bukan semata kehilangan jabatan, melainkan kekhawatiran terpisah dari keluarga serta kehilangan momen berharga bersama istri dan dua anak laki-lakinya.

“Namun ada ketakutan yang jauh lebih dalam dari sekadar kehilangan jabatan, yaitu terpisah dari keluarga. Kehilangan kesempatan membersamai anak-anak, mendidik dan membimbing istri dan dua anak laki-laki saya, serta kehilangan momen-momen berharga ketika mereka tumbuh,” tuturnya.

Yoki turut menyinggung posisinya sebagai satu-satunya anak laki-laki yang tersisa di keluarganya. Kedua orang tuanya kini telah berusia 85 tahun dan 80 tahun. Ia mengaku terbebani jika tak bisa mendampingi mereka di masa tua.

“Kekhawatiran tidak dapat mendampingi mereka di masa senja, tidak dapat memenuhi kewajiban seorang anak untuk merawat dan menjaga orang tuanya, adalah beban batin yang sangat berat bagi saya,” katanya.

Diketahui, Yoki menjabat sebagai Dirut PIS sejak 27 September 2022. Pada periode kepemimpinannya, kinerja keuangan PIS menunjukkan perbaikan. Perusahaan membukukan laba bersih US$ 558,60 juta pada 2024, meningkat 69,31% dibandingkan US$ 329,9 juta pada 2023. Pendapatan juga naik menjadi US$ 3,48 miliar dari sebelumnya US$ 3,33 miliar.

Sebelumnya, Yoki juga pernah menjabat sebagai Direktur Optimasi Produk Kilang di PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

Terkait perkara ini, terdapat sembilan terdakwa yang diajukan ke persidangan. Untuk enam terdakwa dari klaster PT PPN, PT PIS, dan PT KPI, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara selama 14 tahun serta denda Rp1 miliar. Sebagian besar juga dikenakan tuntutan uang pengganti sebesar Rp5 miliar.

Perkara ini mencakup dugaan penyimpangan dari sektor hulu hingga hilir, yang terbagi dalam klaster minyak mentah, impor BBM, sewa kapal, hingga sewa terminal BBM. Dalam persidangan terungkap adanya persekongkolan antara para terdakwa dengan sejumlah pejabat Pertamina dalam proses penyewaan kapal pengangkut dan storage BBM.

Negara melalui tuntutan tersebut berupaya mengoptimalkan pemulihan aset setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht) guna memulihkan dampak ekonomi akibat perbuatan melawan hukum yang terjadi.

Adapun daftar tuntutan JPU terhadap sembilan terdakwa antara lain:

Muhammad Kerry Adrianto Riza: 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar, dan uang pengganti Rp13,4 triliun (terdiri dari Rp2,9 triliun kerugian sewa terminal dan Rp10,5 triliun kerugian perekonomian negara).

Agus Purwono: 14 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp5 miliar.

Yoki Firnandi: 14 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp5 miliar.

Sani Dinar Saifuddin: 14 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp5 miliar.

Gading Ramadhan Joedo: 16 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp1,17 triliun.

Dimas Werhaspati: 16 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp1 triliun dan US$ 11 juta.

Riva Siahaan: 14 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp5 miliar.

Edward Corne: 14 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp5 miliar.

Maya Kusmaya: 14 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp5 miliar.

Tags: kasus korupsi PertaminaMetapos.idPertamina International shippingsidang Tipikortuntutan 14 tahunYoki Firnandi
Previous Post

Lewat Program CSR, Tugu Insurance Dorong UMKM Solo Lebih Tangguh dan Terlindungi

Next Post

Direktur Utama dan Satu Direksi GTSI Ajukan Pengunduran Diri, RUPSLB Digelar 26 Februari

Related Posts

Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung
Hukum & Kriminal

Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung

22 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Hukum & Kriminal

Dua WNI Disekap Sindikat Penyelundup Timah, Bareskrim Lakukan Penyelamatan

22 May 2026
Polisi Tetapkan Penyedia Open Trip Gunung Dukono Jadi Tersangka
Hukum & Kriminal

Polisi Tetapkan Penyedia Open Trip Gunung Dukono Jadi Tersangka

22 May 2026
Selebgram Pengguna Whip Pink Akan Diperiksa Bareskrim
Hukum & Kriminal

Selebgram Pengguna Whip Pink Akan Diperiksa Bareskrim

20 May 2026
Cekcok Saat Bertugas, Petugas PPSU Jadi Korban Penusukan di Jatinegara
Hukum & Kriminal

Cekcok Saat Bertugas, Petugas PPSU Jadi Korban Penusukan di Jatinegara

20 May 2026
Buronan Narkoba Pak Cik Diduga Oplas Wajah untuk Hindari Kejaran Polisi
Hukum & Kriminal

Buronan Narkoba Pak Cik Diduga Oplas Wajah untuk Hindari Kejaran Polisi

20 May 2026
Next Post
Hasil Uji Rambut Ungkap Konsumsi MDMA, Eks AKBP Didik Dipecat dan Jadi Tersangka

Direktur Utama dan Satu Direksi GTSI Ajukan Pengunduran Diri, RUPSLB Digelar 26 Februari

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini