Friday, August 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Eddy Soeparno: Sampah Harus Jadi Sumber Energi, Bukan Sekadar Limbah

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 July 2026
in Nasional
Eddy Soeparno: Sampah Harus Jadi Sumber Energi, Bukan Sekadar Limbah

Metapos.id, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyebut kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di Indonesia yang dinilai masih membutuhkan perubahan mendasar.

Menurut Eddy, ketergantungan pada metode penimbunan sampah di TPA sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang terus meningkat. Ia mendorong penerapan teknologi yang lebih modern, salah satunya Waste-to-Energy (WTE), yang mampu mengolah sampah menjadi energi.

BACA JUGA

12.880 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan

OC Kaligis Buka Suara soal Dapur SPPG Nanik

Ia mengatakan pemanfaatan teknologi WTE tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan demikian, sampah dapat dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah, bukan sekadar limbah.

Eddy mengungkapkan Indonesia menghasilkan sekitar 56 juta ton sampah setiap tahun. Namun, mayoritas masih dikelola melalui sistem penimbunan yang berisiko menimbulkan kebakaran akibat akumulasi gas metana serta berdampak terhadap pencemaran lingkungan.

Karena itu, ia mendukung percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional sekaligus mendorong implementasi ekonomi sirkular.

Meski mendukung pengembangan teknologi tersebut, Eddy menekankan pentingnya penerapan standar lingkungan yang ketat. Menurutnya, fasilitas WTE harus menggunakan teknologi berstandar emisi, diawasi secara transparan, serta beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pembangunan fasilitas pengolahan sampah, ia juga menilai langkah pengurangan sampah dari sumbernya tidak boleh diabaikan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemilahan sampah rumah tangga, peningkatan kegiatan daur ulang, penguatan bank sampah, dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

Eddy berharap peristiwa kebakaran di TPA Jatiwaringin dapat menjadi titik awal percepatan reformasi pengelolaan sampah di Indonesia. Menurutnya, sistem yang lebih modern dan berkelanjutan akan mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus menghasilkan energi bersih yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tags: Eddy SoeparnoEkonomi SirkularEnergi bersihMetapos.idPengelolaan sampahSampah NasionalTPA JatiwaringinWaste to Energy
Previous Post

TEN NCT Resmi Dirikan ILLIMNT, Siap Garap Proyek Kreatif Global

Next Post

Pemerintah Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ+ Masuk Pelabuhan

Related Posts

Pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan (Foto/Kemenhut)
Nasional

12.880 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan

21 August 2026
OC Kaligis Buka Suara soal Dapur SPPG Nanik
Nasional

OC Kaligis Buka Suara soal Dapur SPPG Nanik

21 August 2026
Dugaan Febrie Terima Uang dan Emas Batangan Terungkap
Nasional

Dugaan Febrie Terima Uang dan Emas Batangan Terungkap

21 August 2026
BMKG Beri Kabar Terbaru soal Musim Hujan 2026
Nasional

BMKG Beri Kabar Terbaru soal Musim Hujan 2026

20 August 2026
BNN menyita 2,6 ton liquid methamphetamine dari kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania di perairan Bengkalis, Riau.
Nasional

Sabu Cair 2,6 Ton Disita BNN

20 August 2026
kabut asap, karhutla Kalimantan, Malaysia, Sarawak, sekolah ditutup, kualitas udara
Nasional

kabut asap, karhutla Kalimantan, Malaysia, Sarawak, sekolah ditutup, kualitas udara

20 August 2026
Next Post
Pemerintah Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ+ Masuk Pelabuhan

Pemerintah Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ+ Masuk Pelabuhan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini