Monday, June 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

BRI Perbaiki Kualitas Kredit Mikro di Sisa 2024

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
29 August 2024
in Ekbis
BRI Buka Suara Soal Liga 1 yang Sukses Putar Ekonomi Nasional

Jakarta , Metapos.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ungkapkan saat ini tengah menghadapi tantangan serius terkait pemburukan rasio kredit atau Non-Performing Loan (NPL) pada segmen mikro, sehingga prioritas saat ini yaitu untuk memperbaiki kualitas aset segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ke depannya.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan meskipun kondisi ekonomi mulai membaik, efek pandemi masih terasa terutama di sektor UMKM, di mana lebih dari 80 persen portofolio BRI sedang kurang baik akibat dari pandemi Covid-19.

BACA JUGA

BTN Perluas Kolaborasi dengan Pemkab Samosir, Dukung UMKM hingga Layanan Publik

Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan

“Dampak dari pandemi itu sebenarnya belum selesai, terutama di kredit mikro. Jadi sebenarnya kredit-kredit yang jatuh menjadi NPL itu adalah terutama di mikro,” ujar Sunarso, dalam Public Expose Live 2024, Kamis, 29 Agustus.

Sebagai informasi, pada semester I-2024, segmen mikro BRI mencatatkan NPL di level 2,95 persen. Angka tersebut mengalami pemburukan dari periode sama tahun sebelumnya yang ada di level 2,23 persen.

Meski demikian, BRI telah mencatatkan kenaikan laba signifikan dalam beberapa tahun terakhir, yaitu pada 2021 laba mencapai Rp30 triliun, pada 2022 sebesar Rp51 triliun, dan pada 2023 menjadi Rp60 triliun.

Sunarso menyampaikan laba tersebut bisa lebih tinggi, namun BRI memilih untuk mencadangkan sebagian laba untuk mengantisipasi risiko pemburukan kredit di segmen mikro pasca-pandemi.

“Kami sudah mencadangkan dana untuk mengatasi risiko ini, sehingga meskipun NPL naik, kondisi tetap aman. Tahun lalu, kami menghapus buku kredit bermasalah senilai Rp 32 triliun, dan ini tidak berdampak besar karena sudah kami antisipasi sebelumnya,” jelasnya.

Untuk mengatasi pemburukan ini, Sunarso menyampaikan BRI telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk memperketat kriteria penerimaan risiko dan fokus pada perbaikan kualitas aset.

“Kami tumbuh secara selektif, memperbaiki risk acceptance criteria, dan memperketat pengawasan di segmen mikro,” ungkap Sunarso

Oleh sebab itu, Sunarso memastikan bahwa masalah tersebut masih dapat diatasi mengingat cadangan dana yang dimiliki lebih dari cukup.

“Saya yakin satu tahun akan selesai masalah ini,” ujar Sunarso.

Di sisi lain, Sunarso menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan mengejar banyak pertumbuhan kredit di segmen mikro.

Lebih lanjut, Sunarso menjelaskan bahwa saat ini memang ada peluang untuk menumbuhkan kredit di segmen korporasi sebagai upaya kompensasi atas melemahnya permintaan kredit di segmen mikro.

Meski demikian, Sunarso menegaskan bahwa BRI tetap akan menjadi Bank UMKM dengan portofolio kredit terbesar di segmen tersebut.

Sunarso menyampaikan pertumbuhan kredit di segmen korporasi akan dilakukan dengan tetap selektif yang tetap mempunyai value chain di segmen mikro.

“Sementara kita slowing down di mikro, dan di mikro ini kita fokus kepada tetap tumbuh secara lebih selektif,” pungkasnya.

Tags: BRIKredit mikroMetapos.id
Previous Post

Ada Demo Ojol, Grab Bantah Potong Pendapatan Pengemudi

Next Post

Laba Turun di 2023, Wika Beton Yakin Bisa Bangkit di 2024

Related Posts

BTN Perluas Kolaborasi dengan Pemkab Samosir, Dukung UMKM hingga Layanan Publik
Ekbis

BTN Perluas Kolaborasi dengan Pemkab Samosir, Dukung UMKM hingga Layanan Publik

22 June 2026
Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan
Ekbis

Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan

22 June 2026
Warga China Mulai Tinggalkan Nobar Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Ekbis

Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Korea Selatan, Ini Penyebabnya

22 June 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Balikpapan Urus NIB hingga Sertifikat Halal
Ekbis

Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Balikpapan Urus NIB hingga Sertifikat Halal

21 June 2026
Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz
Ekbis

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz

20 June 2026
Perkuat Peran Pemda dalam Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kemendagri
Ekbis

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

19 June 2026
Next Post
Laba Turun di 2023, Wika Beton Yakin Bisa Bangkit di 2024

Laba Turun di 2023, Wika Beton Yakin Bisa Bangkit di 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini