Friday, June 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Bos OJK Minta Pelaku Usaha Tak Terlena Laba Tinggi

metaposmedia by metaposmedia
21 December 2022
in Ekbis
Bos OJK Minta Pelaku Usaha Tak Terlena Laba Tinggi

JAKARTA,Metapos.id – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar berpendapat bahwa perjalanan ekonomi, utamanya global, pada sepanjang 2023 bakal diwarnai dengan beragam dinamika. Menurut dia, terdapat sejumlah indikasi yang menyebabkan periode mendatang cukup menantang.

Mahendra mengungkapkan setidaknya terdapat dua kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu ekonomi dunia akan mengalami soft landing atau hard landing. Disebutkan bahwa sepasang ramalan tersebut tidak cukup memberi dampak yang signifikan terhadap perbaikan ekonomi.

BACA JUGA

Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional

Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik

“Saya rasa kita tidak ragu lagi bahwa kondisi global tahun depan kemungkinannya akan soft landing atau hard landing,” ujarnya saat berbicara di forum Outlook Perekonomian Indonesia 2023 pada Rabu, 21 Desember.

Mahendra menjelaskan, kondisi ‘pendaratan mulus’ berarti terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan tingkat inflasi masih di level atas.

“Jadi ekonomi melemah dengan inflasi yang masih ada (tinggi) tapi mulai rendah dari sekarang,” tuturnya.

Adapun, untuk hard landing berarti pertumbuhan ekonomi terus anjlok di batasan paling bawah dengan tingkat inflasi yang cenderung makin tinggi.

“Malah bisa worst scenario, yaitu crash landing. Itu kombinasi dari stagflasi. (Pertumbuhan) Ekonominya stagnan atau bahkan lebih rendah di bawah 0 persen dengan inflasi yang tinggi. Jadi kemungkinannya (tahun depan) adalah antara soft landing dengan crash landing,” tegas dia.

Mahendra sendiri menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong dunia usaha, yang memiliki profitabilitas kuat pada 2022, agar mempersiapkan kemungkinan terburuk pada tahun bisnis 2023.

“Kepada mereka yang memang punya keuntungan tinggi, sebagian (laba itu) harus digunakan untuk memperkuat pencadangan. Jangan terbawa euphoria dengan bagi-bagi dividen. Nanti pada saat membutuhkan pendanaan dalam kondisi yang lebih berat malah tidak ada. Ini perlu dijaga,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, sejumlah negara dunia tengah ‘berperang’ menghadapi lonjakan inflasi akibat naiknya harga komoditas yang disebabkan oleh gangguan rantai pasok. Salah satu cara yang paling ampuh untuk mengendalikan inflasi adalah melalui kenaikan suku bunga acuan di negara masing-masing.

Walau begitu, interest rate yang naik diyakini bisa menghambat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi karena semakin besarnya biaya dana (cost of fund). Alhasil, sektor dunia usaha menjadi enggan menarik dana perbankan yang berakibat pada terhambatnya ekspansi bisnis dan melemahnya roda perekonomian.

Tags: LabaMetapos.idOJK
Previous Post

Survei Herbalife Nutrition: Go Green adalah Faktor Penting Untuk Keberlanjutan Bisnis dan Lingkungan

Next Post

Sri Mulyani Girang karena Pemda Kini Makin Getol Belanja Modal di APBD

Related Posts

Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional
Ekbis

Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional

18 June 2026
Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik
Ekbis

Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik

18 June 2026
Alasan Elon Musk Pilih Korea Selatan Ketimbang Taiwan untuk Bisnis AI
Ekbis

Waralaba Carl’s Jr. Bangkrut, Puluhan Restoran Terancam Tutup

18 June 2026
Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar
Ekbis

Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar

17 June 2026
Tugu Insurance Rayakan Panen Raya Hutan Adopsi Bersama Masyarakat Cianjur
Ekbis

Tugu Insurance Rayakan Panen Raya Hutan Adopsi Bersama Masyarakat Cianjur

17 June 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial

16 June 2026
Next Post
Ini Strategi Sri Mulyani Atasi Dampak Kenaikan Suku Bunga Global

Sri Mulyani Girang karena Pemda Kini Makin Getol Belanja Modal di APBD

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini