Metapos.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi keberadaan Bibit Siklon Tropis 96W di kawasan timur laut Kalimantan Utara. Fenomena atmosfer tersebut diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Kepulauan Riau (Kepri).
Berdasarkan pemantauan citra satelit selama 24 jam terakhir, aktivitas awan konvektif di sekitar pusat sistem terus mengalami peningkatan. BMKG memperkirakan Bibit Siklon Tropis 96W memiliki peluang berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu 24 jam ke depan.
Sistem cuaca itu diperkirakan berada di sekitar koordinat 16,6 derajat Lintang Utara dan 114 derajat Bujur Timur di kawasan Laut China Selatan. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot, tekanan udara minimum 1.000 hPa, dan bergerak ke arah barat laut.
BMKG menyebut potensi Bibit Siklon Tropis 96W untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 48 jam mendatang berada pada kategori tinggi. Intensitas sistem juga diperkirakan tetap bertahan hingga 72 jam ke depan.
Pengaruh tidak langsung dari sistem ini diprediksi memicu hujan dengan intensitas lebat di wilayah Kepulauan Riau hingga Kamis (2/7).
Di samping itu, gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna bagian utara, Selat Makassar bagian utara, perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, agar selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan sebelum beraktivitas di laut.







