Wednesday, September 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bekali Prajurit TNI dengan Kompetensi Digital, ASABRI Dorong Kemandirian di Era Transformasi

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
14 August 2026
in Nasional
Kompetensi digital prajurit TNI

Kompetensi digital prajurit TNI

Metapos.id, Jakarta – PT ASABRI (Persero) mendorong peningkatan kompetensi digital bagi prajurit TNI dengan status disabilitas melalui Program Pemberdayaan Disabilitas Tangguh ASABRI (PELITA).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya ASABRI membuka akses pembelajaran yang inklusif sekaligus membekali peserta dengan keterampilan yang relevan di tengah perkembangan teknologi.

BACA JUGA

Napi Mau Pakai HP Harus Bayar Rp250 Juta? Ombudsman Buka Temuannya

Ratusan Ojol Turun ke DPR, Tolak Perubahan Status Jadi UMKM

Melalui PELITA, ASABRI berkolaborasi dengan Kodam Jaya dan Alunjiva Indonesia menghadirkan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), digital marketing, serta kemampuan sebagai content creator.

Pelatihan diikuti 28 prajurit TNI dengan status disabilitas di lingkungan Kodam Jaya. Kegiatan berlangsung di Aula Ahmad Yani, Makodam Jaya, dan dibuka oleh Waaspers Kasdam Jaya Letkol Arh Irvan Nurdin, S.E., M.M.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur Utama PT ASABRI (Persero) yang dibacakan Sekretaris Perusahaan PT ASABRI (Persero), Okki Jatnika.

Dari Kompetensi Menuju Kemandirian

Bagi ASABRI, pengembangan kompetensi tidak hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membuka peluang agar peserta dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pelatihan TIK memberikan pemahaman dasar mengenai teknologi digital. Sementara itu, materi digital marketing dan content creator memberikan bekal untuk memanfaatkan ekosistem digital dalam aktivitas komunikasi, pemasaran, maupun pengembangan kreativitas.

Salah satu peserta, Peltu Kaspari, prajurit Kodim 0507 Bekasi, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti kelas digital marketing.

“Kesan yang sangat luar biasa dengan program pelatihan ini. Program ini menambah ilmu dan memberikan wawasan dalam tingkat dasar. Setidaknya kami punya kemampuan untuk berkembang lebih baik. Terima kasih ASABRI dan Alunjiva,” ujar Peltu Kaspari.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kompetensi digital dapat menjadi bekal yang aplikatif bagi peserta untuk mengembangkan aktivitas produktif. Karena itu, PELITA diarahkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kompetensi dan kemandirian secara berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa setiap peserta memiliki potensi untuk terus tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi ketika memperoleh akses, kesempatan, serta dukungan yang setara. Melalui PELITA, ASABRI ingin membuka ruang bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan potensi melalui kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Okki Jatnika dalam membacakan sambutan Direktur Utama ASABRI.

Menurutnya, pemberdayaan merupakan proses yang perlu dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, ASABRI terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bekal bagi peserta dalam menghadapi perubahan dan menciptakan peluang baru.

Mendorong Pemberdayaan Inklusif

Program PELITA juga menjadi bagian dari kontribusi ASABRI dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita keempat yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains dan teknologi, pendidikan, serta peran penyandang disabilitas.

Program tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 4 tentang Pendidikan Berkualitas yang mendorong pendidikan inklusif dan kesempatan belajar sepanjang hayat.

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada pilar sosial, PELITA menempatkan pemberdayaan sebagai salah satu upaya menciptakan dampak berkelanjutan.

Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kapasitas dan potensi sesuai kemampuan masing-masing.

Bagi ASABRI, pemberdayaan inklusif berarti memastikan setiap peserta memiliki ruang untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkarya. Kondisi disabilitas diharapkan tidak menjadi penghalang bagi peserta untuk tetap produktif dan berkontribusi di lingkungan sekitar.

Kolaborasi Perluas Dampak

Pelaksanaan PELITA juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta.

Sinergi ASABRI bersama Kodam Jaya dan Alunjiva Indonesia sebagai mitra pelaksana menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pengembangan kompetensi digital bagi peserta.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga program pemberdayaan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi mampu membuka lebih banyak ruang pembelajaran bagi peserta ASABRI di masa mendatang.

Langkah tersebut sejalan dengan visi ASABRI untuk menjadi pengelola asuransi sosial yang tepercaya, profesional, dan peduli terhadap kesejahteraan peserta.

Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan program asuransi sosial, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang mendukung pengembangan kapasitas dan kualitas kehidupan peserta.

Melalui PELITA, ASABRI berupaya memastikan transformasi digital dapat menjadi ruang yang semakin terbuka bagi seluruh peserta. Program tersebut sekaligus menjadi upaya untuk membuka kesempatan bagi para prajurit TNI dengan status disabilitas agar terus belajar, mengembangkan potensi, dan menemukan ruang baru untuk berkarya.

Tags: Asabrikompetensi digitalMetapos.idPELITA ASABRIPrajurit TNIprajurit TNI disabilitasProgram PELITA
Previous Post

Usai My Royal Nemesis, Heo Nam Jun Ditawari Main di Drakor Currency Reform

Next Post

Pembentukan Otot Tak Terjadi Begitu Saja, Ini Faktor yang Memengaruhinya

Related Posts

Napi Mau Pakai HP Harus Bayar Rp250 Juta? Ombudsman Buka Temuannya
Nasional

Napi Mau Pakai HP Harus Bayar Rp250 Juta? Ombudsman Buka Temuannya

29 September 2026
Ratusan Ojol Turun ke DPR, Tolak Perubahan Status Jadi UMKM
Nasional

Ratusan Ojol Turun ke DPR, Tolak Perubahan Status Jadi UMKM

29 September 2026
ASABRI memastikan hak ahli waris Pratu Rizki Kurniawan terpenuhi dengan manfaat Rp466 juta setelah gugur saat menjalankan tugas negara di Papua.
Nasional

ASABRI Salurkan Rp466 Juta ke Ahli Waris

29 September 2026
Dirjen PAS Ngelak CCTV Lapas Tak Terpasang: Anggaran Tidak Ada
Nasional

Dirjen PAS Ngelak CCTV Lapas Tak Terpasang: Anggaran Tidak Ada

29 September 2026
Honor Satgas Karhutla Palangka Raya Menunggak Hampir Dua Bulan
Nasional

Honor Satgas Karhutla Palangka Raya Menunggak Hampir Dua Bulan

29 September 2026
Magang Nasional Batch 2 Dimulai, Ini Fasilitas untuk Peserta
Nasional

Magang Nasional Batch 2 Dimulai, Ini Fasilitas untuk Peserta

29 September 2026
Next Post
Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Butter dan Margarin saat Memasak

Pembentukan Otot Tak Terjadi Begitu Saja, Ini Faktor yang Memengaruhinya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini