Metapos.id, Jakarta – SUGA BTS kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut dirinya merupakan salah satu investor awal di perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk. Investasi tersebut dikabarkan dilakukan beberapa tahun sebelum SpaceX resmi melantai di bursa saham Amerika Serikat.
Menurut laporan media Korea, SUGA berinvestasi melalui Link Asset Partners, perusahaan modal ventura asal Korea Selatan yang juga menjadi investor di SpaceX. Namun, nilai investasi maupun waktu pasti penanaman modal tersebut hingga kini belum pernah diungkap ke publik.
Jika investasi dilakukan saat valuasi SpaceX masih berada di kisaran US$46 miliar hingga US$100 miliar, nilainya diperkirakan telah meningkat sangat signifikan. Sejumlah laporan bahkan menyebut potensi keuntungan investasi tersebut bisa mencapai sekitar 20 hingga 40 kali lipat, bergantung pada waktu masuknya investasi.
SpaceX sendiri mencatat lonjakan valuasi setelah resmi melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada Juni 2026. Perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu disebut memiliki valuasi sekitar US$1,77 triliun setelah melantai di Nasdaq.
Meski kabar tersebut ramai diperbincangkan, HYBE selaku agensi yang menaungi SUGA memilih tidak memberikan konfirmasi maupun bantahan. Pihak agensi menyatakan tidak dapat mengomentari hal-hal yang berkaitan dengan urusan pribadi artisnya.
Hingga saat ini belum diketahui berapa nominal investasi yang ditanamkan SUGA melalui Link Asset Partners. Karena itu, besaran keuntungan yang benar-benar diperoleh rapper sekaligus produser BTS tersebut juga belum dapat diverifikasi secara pasti.
Kabar mengenai investasi SUGA mendapat perhatian besar dari penggemar maupun pelaku industri karena menunjukkan ketertarikannya pada dunia investasi teknologi. Di media sosial, banyak penggemar mengapresiasi langkah sang idol yang disebut telah berinvestasi jauh sebelum SpaceX menjadi perusahaan publik.
Meski demikian, seluruh informasi mengenai investasi tersebut masih bersumber dari laporan media dan belum dikonfirmasi langsung oleh SUGA maupun HYBE. Oleh sebab itu, rincian mengenai nilai investasi serta keuntungan yang diperoleh masih sebatas perkiraan berdasarkan perkembangan valuasi SpaceX.







