Metapos.id, Jakarta – Berkomunikasi dengan seseorang yang sedang mengalami depresi berat membutuhkan sikap empati. Dukungan yang diberikan dengan niat baik belum tentu terasa membantu apabila disampaikan dengan kalimat yang kurang tepat.
Sejumlah ucapan yang terdengar sederhana bahkan dapat membuat seseorang merasa semakin tertekan atau tidak dimengerti. Oleh karena itu, penting memahami perkataan yang sebaiknya dihindari ketika mendampingi orang dengan depresi berat.
1. “Kamu harus kuat, ya”
Ucapan tersebut biasanya dimaksudkan untuk menyemangati. Namun, kalimat ini dapat membuat orang yang sedang terpuruk merasa dituntut untuk selalu tegar dan menyembunyikan kondisi sebenarnya.
Menurut CNBC Make It, seseorang yang menghadapi depresi berat lebih membutuhkan pengakuan terhadap perasaannya daripada dorongan untuk terus terlihat kuat.
Anda dapat menggantinya dengan kalimat seperti, “Wajar kalau kamu merasa seperti itu” atau “Aku tahu ini pasti terasa berat.”
2. “Sudah, jangan nangis”
Menangis merupakan salah satu bentuk ekspresi emosi. Bagi seseorang yang sedang menghadapi tekanan berat, menangis dapat menjadi cara untuk meluapkan perasaan yang selama ini dipendam.
Ketika melihat seseorang menangis, sebaiknya jangan langsung meminta mereka berhenti. Berikan kesempatan untuk meluapkan emosi dan tawarkan dukungan dengan mengatakan, “Tidak apa-apa kalau kamu ingin menangis.”
3. “Kalau butuh apa-apa, bilang aja”
Kalimat ini memang terdengar perhatian. Namun, tawaran bantuan yang terlalu umum terkadang membuat orang dengan depresi berat kesulitan merespons.
Kondisi depresi dapat membuat seseorang kehilangan energi untuk menjelaskan apa yang sebenarnya mereka perlukan. Karena itu, bantuan yang lebih konkret dapat menjadi pilihan, misalnya menawarkan untuk menemani berobat atau membantu menyelesaikan pekerjaan tertentu.
4. “Aku pernah ngalamin yang lebih parah”
Pengalaman setiap orang dalam menghadapi masalah tidak dapat disamakan. Membandingkan penderitaan justru berpotensi membuat seseorang merasa masalah yang dihadapinya dianggap sepele.
Psikiater Leela R. Magavi mengatakan depresi merupakan pengalaman yang sangat personal dan tidak membutuhkan pembenaran melalui perbandingan dengan pengalaman orang lain, seperti dilansir Business Insider.
Daripada membandingkan pengalaman, lebih baik dengarkan ceritanya dengan terbuka dan berikan respons tanpa menghakimi.
5. “Bersyukurlah, orang lain lebih susah”
Mengajak seseorang untuk bersyukur bukan selalu menjadi pendekatan yang tepat ketika mereka sedang menghadapi depresi berat. Kalimat tersebut dapat membuat mereka merasa bersalah karena tidak mampu mengatasi kesedihan yang dirasakan.
Keberadaan orang lain yang memiliki masalah lebih berat tidak membuat perasaan seseorang menjadi tidak valid. Mereka tetap membutuhkan pengertian, perhatian, dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
6. “Kamu enggak kelihatan sedih, kok”
Kondisi mental seseorang tidak selalu dapat diketahui hanya dari penampilan. Seseorang bisa tetap tersenyum, bekerja, dan beraktivitas seperti biasa meskipun sedang menghadapi masalah emosional yang berat.
Menurut Verywell Mind, ucapan semacam ini dapat membuat seseorang merasa tidak dimengerti. Mereka juga bisa menjadi lebih tertutup dan enggan menceritakan kondisi yang sedang dialami.
7. “Kamu pasti bisa, kamu cuma lagi capek aja”
Depresi berat berbeda dengan kelelahan biasa. Aktivitas atau persoalan yang terlihat ringan bagi orang lain dapat terasa sangat berat bagi seseorang yang sedang mengalami depresi.
Karena itu, jangan menganggap kondisi tersebut hanya sebagai rasa lelah sementara. Dengarkan keluhannya dan tunjukkan bahwa Anda bersedia memberikan dukungan tanpa mengecilkan apa yang sedang mereka rasakan.
Jangan Menghindar
Mengetahui apa yang harus dikatakan kepada seseorang dengan depresi memang tidak selalu mudah. Namun, memilih menjauh atau mengabaikannya juga bukan solusi yang tepat.
Seseorang yang sedang mengalami depresi berat dapat semakin merasa sendirian ketika orang-orang terdekat mulai menjauh. Perhatian sederhana dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti.
Anda bisa mengirim pesan singkat seperti, “Aku kepikiran kamu, bagaimana kabarmu hari ini?” Kalimat sederhana tersebut dapat menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki seseorang yang peduli.
Pada akhirnya, memberikan dukungan tidak selalu berarti harus memberikan nasihat. Kesediaan untuk mendengarkan, memahami, dan tetap hadir juga dapat menjadi bentuk dukungan yang penting.







