Tuesday, September 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Akademisi Nilai MBG Justru Menguatkan Sistem Pendidikan Nasional

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
23 January 2026
in Nasional
Ahli Kesehatan Anak: Program Makan Bergizi Gratis Perlu Sinergi Semua Pihak untuk Maksimalkan Manfaatnya

Metapos.id, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik menyusul anggapan bahwa kebijakan tersebut berpotensi membebani sektor pendidikan. Namun, pandangan tersebut dinilai tidak tepat oleh sejumlah akademisi yang menilai MBG dan pendidikan justru saling melengkapi.

 

BACA JUGA

Abu Vulkanik Lewotolok Ganggu Operasional Bandara Wunopito

Soetta Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Cek

Program MBG dipandang sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda. Pemenuhan gizi dinilai tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan karena berpengaruh langsung terhadap kemampuan belajar anak.

 

Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB University, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, menegaskan bahwa MBG seharusnya tidak dipersepsikan sebagai beban bagi dunia pendidikan. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan itu sendiri.

 

“MBG adalah bagian dari pendidikan. Program ini juga berperan dalam membangun nasionalisme dan membantu pengentasan kemiskinan. Tidak seharusnya peran guru dan program gizi dipertentangkan, keduanya harus berjalan bersama,” ujar Prof. Ahmad.

 

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch, Iskandar Sitorus. Ia mengkritik keras narasi publik yang membandingkan anggaran pendidikan dengan program MBG. Menurutnya, cara berpikir tersebut mengabaikan kebutuhan dasar anak.

 

“Anak tidak akan mampu belajar secara optimal jika dalam kondisi lapar. Nutrisi dan pendidikan adalah hak konstitusional yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan,” katanya.

 

Iskandar menegaskan bahwa kecukupan gizi merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekurangan nutrisi berdampak langsung pada konsentrasi, daya serap, serta perkembangan kognitif anak.

 

“Jika fondasi gizinya rapuh, maka hasil pendidikannya juga tidak akan maksimal,” ujarnya.

 

Secara ilmiah, pentingnya pemenuhan gizi harian telah terbukti. Prof. Ahmad menjelaskan bahwa anak dengan asupan gizi seimbang cenderung memiliki konsentrasi yang lebih baik, daya ingat lebih kuat, serta prestasi akademik yang lebih stabil.

 

“Banyak studi internasional membuktikan bahwa status gizi yang baik berkorelasi positif dengan kemampuan kognitif dan performa belajar anak,” jelasnya.

 

Praktik serupa telah lama diterapkan di berbagai negara maju. Di Amerika Serikat, misalnya, program makan sekolah seperti School Breakfast Program dan National School Lunch Program menjadi bagian dari kebijakan nasional. Melalui program tersebut, sekolah berperan aktif memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi sehingga mereka dapat belajar dengan optimal.

 

Selain berdampak pada peserta didik, MBG juga dinilai memiliki potensi efek pengganda bagi perekonomian. Dengan perencanaan yang tepat, program ini dapat melibatkan UMKM, petani, serta produsen pangan lokal dalam rantai pasok nasional.

 

Pengalaman Amerika Serikat melalui program Women, Infant, and Child (WIC) menunjukkan bahwa intervensi gizi yang dikelola negara tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor pertanian dan kesejahteraan ekonomi.

Tags: Guru Besar IPBMBGMetapos.idProgram Makan Bergizi Gratis
Previous Post

Pembukaan Numofest Jakarta

Next Post

Lewat NumoFest, Netzme Dorong Literasi Keuangan UMKM dengan Game Gang Dagang

Related Posts

Bandara Wunopito di Lewoleba, NTT, ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok yang kembali erupsi pada Selasa (8/9/2026).
Nasional

Abu Vulkanik Lewotolok Ganggu Operasional Bandara Wunopito

8 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Nasional

Soetta Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Cek

8 September 2026
Pemprov Jawa Tengah memastikan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi di wilayahnya berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi.
Nasional

Pemprov Jateng Pastikan Wilayahnya Aman

8 September 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK
Nasional

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

8 September 2026
Ini Perbedaan Badan Geologi dan BMKG yang Ingin Diintegrasikan Prabowo
Nasional

Ini Perbedaan Badan Geologi dan BMKG yang Ingin Diintegrasikan Prabowo

8 September 2026
BSU Rp600.000 Cair, Kebutuhan Pokok Prioritas, Parfum Tetap Dibeli
Nasional

BSU Rp600.000 Cair, Kebutuhan Pokok Prioritas, Parfum Tetap Dibeli

8 September 2026
Next Post
Pembukaan Numofest Jakarta

Lewat NumoFest, Netzme Dorong Literasi Keuangan UMKM dengan Game Gang Dagang

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini