Metapos.id, Jakarta – Menara Eiffel di Paris, Prancis, ditutup mendadak pada Senin (07/09/2026) setelah pekerja melakukan aksi mogok terkait kontroversi perlakuan terhadap staf perempuan.
Penutupan salah satu destinasi wisata populer tersebut membuat sejumlah wisatawan terkejut karena dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, termasuk pengunjung yang telah membeli tiket secara daring.
“Kami sudah membeli tiket di internet dan baru tahu sekarang kalau tempat ini ditutup,” kata seorang pengunjung, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (08/09/2026).
Aksi mogok pekerja dipicu insiden saat sebuah acara keagamaan Hindu pada Sabtu yang diikuti ribuan peserta dan sejumlah kendaraan hias.
Dalam rangkaian acara tersebut, sebuah delegasi mendapat kesempatan mengikuti tur privat di Menara Eiffel.
Delegasi itu disebut meminta agar staf perempuan yang bertugas digantikan oleh pekerja laki-laki.
Menurut serikat pekerja, manajemen Menara Eiffel memenuhi permintaan tersebut dan meminta staf perempuan yang sedang bertugas menjauh dari delegasi.
“Mereka diminta untuk menyingkir karena delegasi ini tidak bisa bersentuhan dengan perempuan. Hari ini, penutupan Menara Eiffel adalah hasil dari emosi staf serta penghinaan terhadap perempuan,” ujar perwakilan serikat pekerja CGT, Diane Davoine.
Manajemen pengelola Menara Eiffel kemudian mengakui adanya insiden tersebut dan menyatakan permintaan delegasi seharusnya tidak diterima.
“Tidak ada pertimbangan protokol, budaya, atau agama yang boleh membenarkan penyimpangan dari prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan,” demikian pernyataan pengelola Menara Eiffel.
Perselisihan itu turut mendapat perhatian Wali Kota Paris. Pemerintah kota menyatakan dukungan kepada para pekerja Menara Eiffel dan menilai insiden tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.







