Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pimpin Kamerun Lebih dari 40 Tahun, Paul Biya Akhirnya Didampingi Wapres

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
23 July 2026
in Internasional
Gagal Total, Proyek 732 Kastil Mewah di Turki Kini Tak Berpenghuni

Metapos.id, Jakarta – Kamerun resmi menghidupkan kembali jabatan wakil presiden setelah lebih dari empat dekade ditiadakan. Keputusan tersebut disahkan melalui amandemen konstitusi di tengah kepemimpinan Presiden Paul Biya yang telah berkuasa sejak November 1982. 

Langkah itu menjadi perubahan besar dalam sistem ketatanegaraan Kamerun karena sebelumnya tidak ada posisi wakil presiden selama lebih dari 40 tahun. Selama ini, apabila presiden berhalangan tetap, tugas kepresidenan dijalankan sementara oleh Ketua Senat hingga pemilu digelar. 

BACA JUGA

Korsel Kecewa dengan Ukraina, Penarikan Diplomat dari Kyiv Berlanjut

Netanyahu Tegaskan Target Perubahan Pemerintahan Iran

Menurut laporan BBC yang dikutip CNBC Indonesia, perubahan konstitusi ini dinilai membuka jalan bagi proses suksesi kepemimpinan nasional. Faktor usia Paul Biya yang kini telah menginjak 93 tahun juga membuat isu transisi kekuasaan semakin menjadi perhatian publik. 

Wakil presiden nantinya akan bertugas membantu kepala negara dalam menjalankan pemerintahan serta mewakili presiden dalam berbagai agenda resmi. Kehadiran jabatan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban Ketua Senat agar lebih fokus menjalankan fungsi legislatif. 

Meski demikian, perubahan tersebut menuai kritik dari sejumlah kelompok oposisi. Mereka menilai proses pengesahan amandemen berlangsung terlalu cepat tanpa konsultasi publik yang memadai. 

Partai Social Democratic Front (SDF) bahkan memilih memboikot pemungutan suara di parlemen sebagai bentuk penolakan. Oposisi mengusulkan agar wakil presiden dipilih secara langsung bersama presiden dalam satu paket pemilu. 

Paul Biya dikenal sebagai pemimpin dengan masa jabatan terlama yang masih aktif di dunia. Selama memimpin Kamerun, kondisi kesehatannya beberapa kali menjadi bahan spekulasi karena kerap lama tidak muncul di hadapan publik. 

Dengan disahkannya jabatan wakil presiden, Kamerun memasuki babak baru dalam sistem pemerintahannya. Perubahan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah suksesi politik negara Afrika Tengah tersebut pada masa mendatang. 

Tags: AfrikaKamerunkonstitusi KamerunMetapos.idparlemen KamerunPaul BiyaWakil presiden
Previous Post

Eks Dirut KBS Diduga Selewengkan Dana Rp10,2 Miliar, Satwa Kurus hingga Sekarat

Next Post

Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Demi Fokus Pulihkan Kesehatan

Related Posts

Korsel Kecewa dengan Ukraina, Penarikan Diplomat dari Kyiv Berlanjut
Internasional

Korsel Kecewa dengan Ukraina, Penarikan Diplomat dari Kyiv Berlanjut

22 October 2026
Benjamin Netanyahu mengaku telah membahas rencana menggulingkan pemerintahan Iran bersama Donald Trump, di tengah ketegangan menjelang pemilu Israel.
Internasional

Netanyahu Tegaskan Target Perubahan Pemerintahan Iran

21 October 2026
Pria di Kansas Ditangkap Usai Diduga Ancam Tembak Donald Trump
Internasional

Pria di Kansas Ditangkap Usai Diduga Ancam Tembak Donald Trump

21 October 2026
Elon Musk berencana membagikan masing-masing satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat pada 2027, dengan nilai total diproyeksikan mencapai Rp157 triliun.
Internasional

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk 70 Juta Anak

20 October 2026
Proyektil yang diluncurkan kelompok Houthi menghantam permukiman di Najran, Arab Saudi, menyebabkan enam warga terluka serta merusak rumah dan kendaraan.
Internasional

Serangan Houthi Rusak Rumah dan Kendaraan di Najran

20 October 2026
Pakistan menyatakan siap memberikan dukungan kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan Houthi, dengan menegaskan komitmen terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan.
Internasional

Pakistan Tegaskan Komitmen Bela Kedaulatan Arab Saudi

20 October 2026
Next Post
Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Demi Fokus Pulihkan Kesehatan

Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Demi Fokus Pulihkan Kesehatan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini