Monday, September 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pimpin Kamerun Lebih dari 40 Tahun, Paul Biya Akhirnya Didampingi Wapres

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
23 July 2026
in Internasional
Gagal Total, Proyek 732 Kastil Mewah di Turki Kini Tak Berpenghuni

Metapos.id, Jakarta – Kamerun resmi menghidupkan kembali jabatan wakil presiden setelah lebih dari empat dekade ditiadakan. Keputusan tersebut disahkan melalui amandemen konstitusi di tengah kepemimpinan Presiden Paul Biya yang telah berkuasa sejak November 1982. 

Langkah itu menjadi perubahan besar dalam sistem ketatanegaraan Kamerun karena sebelumnya tidak ada posisi wakil presiden selama lebih dari 40 tahun. Selama ini, apabila presiden berhalangan tetap, tugas kepresidenan dijalankan sementara oleh Ketua Senat hingga pemilu digelar. 

BACA JUGA

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

Menurut laporan BBC yang dikutip CNBC Indonesia, perubahan konstitusi ini dinilai membuka jalan bagi proses suksesi kepemimpinan nasional. Faktor usia Paul Biya yang kini telah menginjak 93 tahun juga membuat isu transisi kekuasaan semakin menjadi perhatian publik. 

Wakil presiden nantinya akan bertugas membantu kepala negara dalam menjalankan pemerintahan serta mewakili presiden dalam berbagai agenda resmi. Kehadiran jabatan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban Ketua Senat agar lebih fokus menjalankan fungsi legislatif. 

Meski demikian, perubahan tersebut menuai kritik dari sejumlah kelompok oposisi. Mereka menilai proses pengesahan amandemen berlangsung terlalu cepat tanpa konsultasi publik yang memadai. 

Partai Social Democratic Front (SDF) bahkan memilih memboikot pemungutan suara di parlemen sebagai bentuk penolakan. Oposisi mengusulkan agar wakil presiden dipilih secara langsung bersama presiden dalam satu paket pemilu. 

Paul Biya dikenal sebagai pemimpin dengan masa jabatan terlama yang masih aktif di dunia. Selama memimpin Kamerun, kondisi kesehatannya beberapa kali menjadi bahan spekulasi karena kerap lama tidak muncul di hadapan publik. 

Dengan disahkannya jabatan wakil presiden, Kamerun memasuki babak baru dalam sistem pemerintahannya. Perubahan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah suksesi politik negara Afrika Tengah tersebut pada masa mendatang. 

Tags: AfrikaKamerunkonstitusi KamerunMetapos.idparlemen KamerunPaul BiyaWakil presiden
Previous Post

Eks Dirut KBS Diduga Selewengkan Dana Rp10,2 Miliar, Satwa Kurus hingga Sekarat

Next Post

Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Demi Fokus Pulihkan Kesehatan

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.
Internasional

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

2 September 2026
Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.
Internasional

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

2 September 2026
Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk memperkuat kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.
Internasional

Turki, Pakistan, Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

2 September 2026
Next Post
Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Demi Fokus Pulihkan Kesehatan

Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Demi Fokus Pulihkan Kesehatan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini