Wednesday, July 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Ilmuwan Ungkap Alasan Kutub Selatan Membeku Lebih Dulu dari Kutub Utara

Khansa Nabila by Khansa Nabila
8 July 2026
in Tek & Oto
Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Perlu Ganti Algojo?

Metapos.id, Jakarta – Penelitian terbaru mengungkap alasan mengapa Kutub Selatan atau Antartika membeku jauh lebih awal dibandingkan Kutub Utara. Temuan tersebut menunjukkan bahwa proses pembentukan lapisan es raksasa tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan iklim, tetapi juga oleh pergeseran benua dan perubahan arus laut.  

Menurut penelitian, Antartika mulai membeku sekitar 34 juta tahun lalu, sedangkan Kutub Utara baru memiliki lapisan es permanen sekitar 3 juta tahun lalu. Perbedaan waktu yang mencapai lebih dari 30 juta tahun itu dipicu oleh kondisi geologi dan sirkulasi samudra yang berbeda di kedua wilayah kutub.  

BACA JUGA

Superbank dan OVO Integrasikan Layanan Pinjaman Digital dalam Satu Aplikasi

Korea Selatan Siap Luncurkan Satelit Observasi Bumi dengan Roket Falcon 9

Para peneliti menjelaskan bahwa pemisahan benua Gondwana menyebabkan Antartika terlepas dari Amerika Selatan dan Australia. Peristiwa tersebut membuka Selat Drake dan Jalur Tasmania yang kemudian membentuk Arus Lingkar Antartika, arus laut yang mengisolasi benua tersebut dari aliran air hangat.  

Selain perubahan arus laut, penurunan kadar karbon dioksida di atmosfer juga mempercepat proses pendinginan global. Konsentrasi CO₂ disebut turun drastis sehingga efek rumah kaca melemah dan suhu di Antartika terus menurun hingga lapisan es mulai terbentuk.  

Faktor lain yang turut berperan adalah pengangkatan daratan Antartika Timur akibat pergerakan mantel Bumi. Ketinggian wilayah tersebut membuat suhu udara semakin dingin sehingga menciptakan kondisi ideal bagi pembentukan gletser yang bertahan hingga saat ini.  

Sebaliknya, Kutub Utara memiliki karakteristik yang berbeda karena berupa lautan yang dikelilingi daratan. Air hangat dari Samudra Atlantik dan Pasifik masih dapat mengalir ke wilayah tersebut sehingga proses pembentukan lapisan es permanen berlangsung jauh lebih lambat.  

Penelitian ini juga memberikan pemahaman baru mengenai perubahan iklim modern. Para ilmuwan menilai geologi dan pola sirkulasi laut memiliki peran besar dalam menentukan kecepatan pembentukan maupun pencairan lapisan es di kutub.  

Meski sejumlah media menggunakan istilah “tanda kiamat” pada judul pemberitaan, penelitian tersebut sebenarnya membahas mekanisme ilmiah pembekuan Antartika jutaan tahun lalu. Temuan ini diharapkan membantu ilmuwan memprediksi bagaimana lapisan es di kedua kutub akan merespons pemanasan global pada masa depan.  

Tags: AntartikaArus Lingkar AntartikaGondwanaHeadlinekarbon dioksidaKutub SelatanKutub UtaraMetapos.idpenelitian iklimPerubahan iklim
Previous Post

Superbank dan OVO Integrasikan Layanan Pinjaman Digital dalam Satu Aplikasi

Next Post

Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Perlu Ganti Algojo?

Related Posts

Superbank dan OVO Integrasikan Layanan Pinjaman Digital dalam Satu Aplikasi
Tek & Oto

Superbank dan OVO Integrasikan Layanan Pinjaman Digital dalam Satu Aplikasi

8 July 2026
Korea Selatan Siap Luncurkan Satelit Observasi Bumi dengan Roket Falcon 9
Tek & Oto

Korea Selatan Siap Luncurkan Satelit Observasi Bumi dengan Roket Falcon 9

6 July 2026
V BTS Mengaku Hanya Tidur 2,5 Jam, Minta Penggemar Hormati Privasi
Tek & Oto

Langganan Strava Premium Kini Kena PPN, DJP Beri Penjelasan

3 July 2026
V BTS Mengaku Hanya Tidur 2,5 Jam, Minta Penggemar Hormati Privasi
Tek & Oto

Strava Terancam Diblokir di RI, Rekor PB Pengguna Bisa Hilang

2 July 2026
Pesawat Airbus A321 Alami Insiden di Udara, Investigasi Resmi Digelar
Tek & Oto

China Kirim Robot Humanoid ke Seluruh Dunia, Amerika Mulai Waswas

30 June 2026
Resepsi Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Hadirkan Stevie Nicks hingga Tim McGraw
Tek & Oto

Penemuan Mikroba di Batu Purba 2 Miliar Tahun Bikin Ilmuwan Terkejut

29 June 2026
Next Post
Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Perlu Ganti Algojo?

Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Perlu Ganti Algojo?

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini