Metapos.id, Jakarta – Pemerintah kembali melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Nilai penghematan yang direncanakan mencapai Rp67 triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers APBN Kita. Kegiatan itu berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan pada pekan lalu.
Menurut Purbaya, realisasi anggaran MBG hingga saat ini telah mencapai Rp75 triliun. Angka tersebut setara dengan 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran program.
Selain itu, pemerintah telah menjalankan langkah efisiensi sesuai arahan Presiden. Karena itu, total anggaran MBG yang semula mencapai Rp335 triliun kini menjadi Rp268 triliun.
Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan pemangkasan tidak akan mengurangi jumlah penerima manfaat program.
Ia menjelaskan pengurangan anggaran lebih banyak menyasar kebutuhan pengadaan di kantor pusat. Sementara itu, alokasi yang berkaitan langsung dengan penerima manfaat tetap dipertahankan.
Selain pengadaan, pemerintah juga memangkas anggaran perjalanan dinas dan pelaksanaan kegiatan di hotel. Dengan demikian, belanja operasional menjadi lebih efisien.
Meski terjadi penghematan anggaran, BGN menegaskan pelayanan program MBG tetap berjalan. Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga efektivitas penggunaan anggaran tanpa mengganggu manfaat yang diterima masyarakat.
BGN berharap langkah efisiensi tersebut dapat mendukung pengelolaan keuangan negara yang lebih optimal. Namun, kualitas dan cakupan program tetap menjadi prioritas utama pemerintah.







