Friday, May 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Netanyahu Berisiko Kehilangan Kekuasaan Usai Konflik Koalisi Israel Memanas

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
15 May 2026
in Internasional
Netanyahu Berisiko Kehilangan Kekuasaan Usai Konflik Koalisi Israel Memanas

Metapos.id, Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini berada dalam tekanan politik yang semakin besar setelah koalisi pemerintahannya mengusulkan pembubaran parlemen lebih awal.

Situasi tersebut dipicu ketidakpuasan partai-partai ultra-Ortodoks terhadap Netanyahu. Mereka menilai sang perdana menteri tidak menepati sejumlah komitmen politik yang sebelumnya telah dijanjikan.

BACA JUGA

Laporan UNESCO Ungkap Kesenjangan Akses Pendidikan Tinggi Dunia

Trump Fokus Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir Meski Ekonomi AS Tertekan

Kondisi itu kemudian memperuncing hubungan antarpartai dalam pemerintahan Israel selama beberapa minggu terakhir.

Partai Likud yang dipimpin Netanyahu resmi mengajukan rancangan undang-undang pembubaran Knesset atau parlemen Israel. Bila aturan itu disahkan, pemerintah harus menggelar pemilu nasional dalam waktu sekitar tiga bulan.

Sejumlah media Israel melaporkan proses pemungutan suara kemungkinan berlangsung pada 20 Mei 2026. Dengan begitu, pemilu dini diperkirakan dapat digelar pada Agustus 2026.

Perdebatan utama dalam koalisi berkaitan dengan kebijakan wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks Yahudi. Mereka meminta pemerintah memberikan pengecualian permanen kepada pelajar seminari agama.

Di sisi lain, para lawan politik Netanyahu menilai ia gagal mencapai kesepakatan terkait tuntutan tersebut walaupun sebelumnya sudah memberikan janji.

Sementara itu, kubu oposisi mulai memanfaatkan situasi untuk menekan pemerintahan Netanyahu. Pemimpin oposisi Yair Lapid mengaku siap menghadapi pemilu lebih cepat.

Lapid juga membangun kerja sama politik dengan mantan perdana menteri Naftali Bennett melalui aliansi bernama Beyahad yang berarti “Bersama.”

Kedua tokoh tersebut selama ini aktif mengkritik langkah Netanyahu, khususnya dalam menangani perang pascaserangan Hamas pada Oktober 2023.

Selain mendorong perubahan pemerintahan, mereka juga ingin membentuk komisi penyelidikan nasional terkait kegagalan keamanan saat serangan itu terjadi.

Walau menghadapi tekanan dari berbagai arah, Netanyahu memastikan tetap akan maju dalam pemilu berikutnya. Ia pun masih menjalani proses hukum terkait kasus korupsi yang telah berlangsung cukup lama.

Hasil survei terbaru menunjukkan Partai Likud masih memimpin dukungan publik meski angkanya mengalami penurunan dibanding pemilu sebelumnya.

Hingga kini, kondisi politik Israel masih belum stabil karena konflik berkepanjangan dengan Hamas, Hizbullah, dan Iran terus berlangsung tanpa kepastian akhir.

Tags: Benjamin NetanyahuMetapos.idParlemenpartai Likudpembubaranpolitikultra-Ortodoks
Previous Post

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Aturan Khusus Pemain

Related Posts

Nadiem Akui Suasana Rumah Dipenuhi Tangis dan Haru Setelah Bebas Sementara
Internasional

Laporan UNESCO Ungkap Kesenjangan Akses Pendidikan Tinggi Dunia

13 May 2026
Rizky Ridho Akui Persija Tak Capai Target Musim Ini
Internasional

Trump Fokus Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir Meski Ekonomi AS Tertekan

13 May 2026
Pertama dalam 10 Tahun, Presiden AS Kembali Kunjungi China
Internasional

Pertama dalam 10 Tahun, Presiden AS Kembali Kunjungi China

13 May 2026
Dua Lipa Ajukan Gugatan terhadap Samsung atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Internasional

Dua Lipa Ajukan Gugatan terhadap Samsung atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

11 May 2026
Virus Hantavirus Diduga Menyebar di Kapal Pesiar, 3 Penumpang Meninggal
Internasional

Argentina Hadapi Lonjakan Hantavirus, Hubungan dengan WHO Memanas

9 May 2026
Koalisi Prancis dan Inggris Tawarkan Pengamanan Selat Hormuz untuk Iran
Internasional

Koalisi Prancis dan Inggris Tawarkan Pengamanan Selat Hormuz untuk Iran

7 May 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini