Sunday, August 16, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Netanyahu Berisiko Kehilangan Kekuasaan Usai Konflik Koalisi Israel Memanas

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
15 May 2026
in Internasional
Netanyahu Berisiko Kehilangan Kekuasaan Usai Konflik Koalisi Israel Memanas

Metapos.id, Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini berada dalam tekanan politik yang semakin besar setelah koalisi pemerintahannya mengusulkan pembubaran parlemen lebih awal.

Situasi tersebut dipicu ketidakpuasan partai-partai ultra-Ortodoks terhadap Netanyahu. Mereka menilai sang perdana menteri tidak menepati sejumlah komitmen politik yang sebelumnya telah dijanjikan.

BACA JUGA

Menlu Iran Tegaskan Teheran Belum Putuskan Kembali Berunding dengan AS

584 Pemukim Israel Masuki Kompleks Al Aqsa di Bawah Pengawalan Polisi

Kondisi itu kemudian memperuncing hubungan antarpartai dalam pemerintahan Israel selama beberapa minggu terakhir.

Partai Likud yang dipimpin Netanyahu resmi mengajukan rancangan undang-undang pembubaran Knesset atau parlemen Israel. Bila aturan itu disahkan, pemerintah harus menggelar pemilu nasional dalam waktu sekitar tiga bulan.

Sejumlah media Israel melaporkan proses pemungutan suara kemungkinan berlangsung pada 20 Mei 2026. Dengan begitu, pemilu dini diperkirakan dapat digelar pada Agustus 2026.

Perdebatan utama dalam koalisi berkaitan dengan kebijakan wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks Yahudi. Mereka meminta pemerintah memberikan pengecualian permanen kepada pelajar seminari agama.

Di sisi lain, para lawan politik Netanyahu menilai ia gagal mencapai kesepakatan terkait tuntutan tersebut walaupun sebelumnya sudah memberikan janji.

Sementara itu, kubu oposisi mulai memanfaatkan situasi untuk menekan pemerintahan Netanyahu. Pemimpin oposisi Yair Lapid mengaku siap menghadapi pemilu lebih cepat.

Lapid juga membangun kerja sama politik dengan mantan perdana menteri Naftali Bennett melalui aliansi bernama Beyahad yang berarti “Bersama.”

Kedua tokoh tersebut selama ini aktif mengkritik langkah Netanyahu, khususnya dalam menangani perang pascaserangan Hamas pada Oktober 2023.

Selain mendorong perubahan pemerintahan, mereka juga ingin membentuk komisi penyelidikan nasional terkait kegagalan keamanan saat serangan itu terjadi.

Walau menghadapi tekanan dari berbagai arah, Netanyahu memastikan tetap akan maju dalam pemilu berikutnya. Ia pun masih menjalani proses hukum terkait kasus korupsi yang telah berlangsung cukup lama.

Hasil survei terbaru menunjukkan Partai Likud masih memimpin dukungan publik meski angkanya mengalami penurunan dibanding pemilu sebelumnya.

Hingga kini, kondisi politik Israel masih belum stabil karena konflik berkepanjangan dengan Hamas, Hizbullah, dan Iran terus berlangsung tanpa kepastian akhir.

Tags: Benjamin NetanyahuMetapos.idParlemenpartai Likudpembubaranpolitikultra-Ortodoks
Previous Post

Meta Kembangkan Kacamata Pintar dengan Kontrol Neural dan Layar Monokular

Next Post

Abbas Araghchi: Iran Tidak Akan Tunduk pada Tekanan dan Ancaman

Related Posts

Abbas Araghchi
Internasional

Menlu Iran Tegaskan Teheran Belum Putuskan Kembali Berunding dengan AS

15 August 2026
584 Pemukim Israel Masuki Kompleks Al Aqsa di Bawah Pengawalan Polisi
Internasional

584 Pemukim Israel Masuki Kompleks Al Aqsa di Bawah Pengawalan Polisi

14 August 2026
Karoline Leavitt
Internasional

Karoline Leavitt Tinggalkan Jabatan Sekretaris Pers Gedung Putih Akhir Agustus

13 August 2026
Timnas Belanda Punya Pelatih Baru, Xavi Hernandez Siap Bangun Era hingga 2030
Internasional

Hindari Ancaman Pembunuhan, Trump Diam-diam Beralih ke Pesawat Air Force One Lama

13 August 2026
Barat Berencana Sita Kapal Rusia, Putin Keluarkan Peringatan Keras
Internasional

Barat Berencana Sita Kapal Rusia, Putin Keluarkan Peringatan Keras

13 August 2026
Raja Charles III
Internasional

Raja Charles Dikabarkan Meninggal 3 Kali di Radio, Ofcom Temukan Pelanggaran Siaran

12 August 2026
Next Post
Meta Kembangkan Kacamata Pintar dengan Kontrol Neural dan Layar Monokular

Abbas Araghchi: Iran Tidak Akan Tunduk pada Tekanan dan Ancaman

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini