Metapos.id, Cobisnis.com – Pemerintah resmi membuka akses bagi masyarakat untuk meninjau langsung stok beras nasional yang tersimpan di gudang Perum Bulog. Kebijakan ini bertujuan memperkuat transparansi sekaligus meningkatkan edukasi terkait ketahanan pangan.
Selain itu, kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman. Perum Bulog juga menegaskan komitmennya untuk lebih terbuka kepada publik.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa masyarakat kini diperbolehkan berkunjung ke gudang Bulog. Namun, setiap kunjungan tetap wajib melalui proses perizinan terlebih dahulu.
Selain itu, setiap pengunjung harus melakukan pendaftaran resmi sebelum masuk area gudang. Langkah ini diterapkan untuk menjaga ketertiban serta memastikan data kunjungan tercatat dengan baik.
Rizal menegaskan bahwa keterbukaan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, publik dapat memahami lebih jelas sistem distribusi beras nasional.
Sementara itu, pemerintah juga menghadirkan program kunjungan edukatif. Program ini ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa agar mereka dapat memahami rantai pasok pangan secara langsung.
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 5,2 juta ton pada awal Mei 2026. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
Selain itu, Bulog telah menyerap 2,4 juta ton gabah setara beras. Capaian ini terus mendekati target pemerintah sebesar 4 juta ton pada tahun 2026.
Pemerintah memastikan ketersediaan beras tetap stabil. Hal ini berlaku meskipun terdapat potensi gangguan produksi akibat faktor cuaca di sejumlah daerah.







