Metapos.id, Jakarta – Perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama kembali terjadi pada tahun 2026. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, NU bersama pemerintah memutuskan Lebaran berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Menanggapi perbedaan tersebut, dosen Hukum Keluarga Islam Universitas Darunnajah, Hendro Risbiyantoro, menjelaskan bahwa secara prinsip seseorang boleh saja menjalankan puasa mengikuti satu kelompok, lalu merayakan Idul Fitri bersama kelompok lainnya.
Namun, hal itu hanya berlaku jika awal Ramadan yang dijalani sama.
Permasalahan muncul ketika terjadi perbedaan dalam penetapan awal puasa, seperti yang terjadi tahun ini. Muhammadiyah memulai Ramadan lebih dulu pada 18 Februari 2026 dengan metode hisab. Di sisi lain, NU dan pemerintah menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026 melalui rukyatul hilal.
Perbedaan ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian jumlah hari puasa. Jika seseorang memulai puasa lebih awal tetapi mengikuti Lebaran yang lebih lambat, jumlah puasanya bisa mencapai 31 hari. Sebaliknya, jika memulai puasa lebih lambat namun merayakan Lebaran lebih cepat, total puasanya bisa kurang dari batas minimal, yakni 29 hari.
Menurut Hendro, kondisi tersebut menunjukkan adanya inkonsistensi dalam penggunaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang berkaitan dengan kajian fikih.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap konsisten menggunakan satu metode sejak awal hingga akhir Ramadan.
Hal senada juga disampaikan oleh pihak Muhammadiyah. Mereka menegaskan bahwa ibadah puasa merupakan satu rangkaian utuh yang tidak dianjurkan untuk dijalankan dengan berpindah-pindah metode. Ketidakkonsistenan dapat menyebabkan jumlah puasa tidak sesuai, bahkan berisiko menjalankan puasa di hari yang seharusnya sudah menjadi Idul Fitri.
Dalam ajaran Islam, puasa dan perayaan Idul Fitri juga mengandung nilai kebersamaan.
Oleh sebab itu, jika seseorang telah memilih metode tertentu, baik hisab maupun rukyat, maka sebaiknya dijalankan secara konsisten hingga akhir.













