Wednesday, May 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
20 March 2026
in Nasional
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Metapos.id, Jakarta – Perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama kembali terjadi pada tahun 2026. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, NU bersama pemerintah memutuskan Lebaran berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Menanggapi perbedaan tersebut, dosen Hukum Keluarga Islam Universitas Darunnajah, Hendro Risbiyantoro, menjelaskan bahwa secara prinsip seseorang boleh saja menjalankan puasa mengikuti satu kelompok, lalu merayakan Idul Fitri bersama kelompok lainnya.

BACA JUGA

Daftar Universitas Berprestasi 2026 Dirilis, UGM Masih Teratas

Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

Namun, hal itu hanya berlaku jika awal Ramadan yang dijalani sama.

Permasalahan muncul ketika terjadi perbedaan dalam penetapan awal puasa, seperti yang terjadi tahun ini. Muhammadiyah memulai Ramadan lebih dulu pada 18 Februari 2026 dengan metode hisab. Di sisi lain, NU dan pemerintah menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026 melalui rukyatul hilal.

Perbedaan ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian jumlah hari puasa. Jika seseorang memulai puasa lebih awal tetapi mengikuti Lebaran yang lebih lambat, jumlah puasanya bisa mencapai 31 hari. Sebaliknya, jika memulai puasa lebih lambat namun merayakan Lebaran lebih cepat, total puasanya bisa kurang dari batas minimal, yakni 29 hari.

Menurut Hendro, kondisi tersebut menunjukkan adanya inkonsistensi dalam penggunaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang berkaitan dengan kajian fikih.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap konsisten menggunakan satu metode sejak awal hingga akhir Ramadan.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak Muhammadiyah. Mereka menegaskan bahwa ibadah puasa merupakan satu rangkaian utuh yang tidak dianjurkan untuk dijalankan dengan berpindah-pindah metode. Ketidakkonsistenan dapat menyebabkan jumlah puasa tidak sesuai, bahkan berisiko menjalankan puasa di hari yang seharusnya sudah menjadi Idul Fitri.

Dalam ajaran Islam, puasa dan perayaan Idul Fitri juga mengandung nilai kebersamaan.

Oleh sebab itu, jika seseorang telah memilih metode tertentu, baik hisab maupun rukyat, maka sebaiknya dijalankan secara konsisten hingga akhir.

Tags: Boleh sajaHari Raya Idul FitriKebersamaanMetapos.idMetode hisabMuhamadyahNUPemerintahpenentuanPerbedaanrukyatul hilal.
Previous Post

Rismon Berubah Pandangan, Roy Suryo Curigai Ada Intimidasi

Next Post

Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Bacaan Arab-Latin

Related Posts

Daftar Universitas Berprestasi 2026 Dirilis, UGM Masih Teratas
Nasional

Daftar Universitas Berprestasi 2026 Dirilis, UGM Masih Teratas

5 May 2026
Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri
Nasional

Momen Prabowo Terima 10 Buku Hasil Kerja Komisi Reformasi Polri

5 May 2026
Ade Armando Tinggalkan PSI di Tengah Kontroversi, Sebut Demi Kebaikan Bersama
Nasional

Ade Armando Tinggalkan PSI di Tengah Kontroversi, Sebut Demi Kebaikan Bersama

5 May 2026
Usai Insiden Bekasi Timur, KAI Sederhanakan Nama KA Anggrek
Nasional

Usai Insiden Bekasi Timur, KAI Sederhanakan Nama KA Anggrek

5 May 2026
Ilmuwan Temukan 27 Kandidat Planet “Dua Matahari” Mirip Star Wars
Nasional

Ilmuwan Temukan 27 Kandidat Planet “Dua Matahari” Mirip Star Wars

5 May 2026
Tagihan Listrik Naik? Bahlil Tegaskan Tarif PLN Tidak Berubah di 2026
Nasional

Tagihan Listrik Naik? Bahlil Tegaskan Tarif PLN Tidak Berubah di 2026

5 May 2026
Next Post
Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Bacaan Arab-Latin

Panduan Lengkap Shalat Idul Fitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Bacaan Arab-Latin

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini