Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Iran menegaskan tidak berencana membuka jalur perundingan dengan Amerika Serikat dan menyatakan siap menghadapi konflik yang masih berlangsung.
Hal tersebut disampaikan oleh ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber. Ia menilai Iran tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap Amerika Serikat sehingga tidak ada dasar untuk kembali melakukan pembicaraan diplomatik.
Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi pada Rabu (4/3), Mokhber mengatakan Iran memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi perang. Ia menyinggung konflik antara Iran dan Irak pada tahun 1980–1988 sebagai bukti bahwa negaranya terbiasa menghadapi situasi peperangan.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel tidak akan dibiarkan tanpa respons.
Serangan yang terjadi pada Sabtu lalu dilaporkan menargetkan sejumlah titik di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Media pemerintah Iran menyebutkan bahwa dalam peristiwa tersebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia.
Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal yang ditujukan ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
IRGC juga menuding serangan yang dilakukan AS dan Israel turut menghantam berbagai fasilitas sipil, di antaranya sekolah, rumah sakit, stadion, restoran hingga gedung pernikahan. Menurut mereka, jumlah korban sipil yang tewas telah mencapai ratusan orang.














