Metapos.id, Jakarta – Sebanyak 17 jemaah umrah asal Indonesia yang sebelumnya tertahan di Arab Saudi akibat meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah kini telah memperoleh jadwal kepulangan ke Tanah Air. Kepulangan para jemaah tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap pada 10 dan 14 Maret 2026.
Staf Teknis Urusan Haji di Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menjelaskan bahwa jemaah yang mengalami penundaan kepulangan merupakan peserta perjalanan umrah yang diberangkatkan oleh PT BMA. Saat ini para jemaah masih berada di Mekkah sembari menunggu jadwal penerbangan pengganti yang telah diatur kembali.
Pemerintah Indonesia melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah bersama KJRI setempat terus melakukan pemantauan serta menjalin koordinasi dengan maskapai penerbangan dan penyelenggara perjalanan umrah guna memastikan proses pemulangan jemaah berjalan lancar sesuai jadwal yang tersedia.
Di sisi lain, sebanyak 67 jemaah dari PT RLW juga mengalami kendala serupa terkait jadwal kepulangan. Saat ini proses penjadwalan ulang penerbangan masih berlangsung, dengan sebagian jemaah direncanakan kembali ke Indonesia menggunakan maskapai Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.
KJRI Jeddah juga memberikan pendampingan kepada lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. Maskapai terkait tengah mengurus proses pengembalian dana tiket sekaligus menyiapkan jadwal penerbangan pengganti yang direncanakan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.
Sementara itu, pemerintah terus memantau perkembangan pemulangan jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi. Hingga saat ini tercatat sebanyak 2.062 jemaah masih berada dalam pemantauan. Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang telah kembali ke Indonesia sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026 mencapai 19.509 orang.














