Wednesday, May 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Rupiah Menguat ke Rp17.475 per Dolar AS, Pasar Cermati Inflasi AS dan Geopolitik

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
13 May 2026
in Ekbis
Rupiah Menguat ke Rp17.475 per Dolar AS, Pasar Cermati Inflasi AS dan Geopolitik

Metapos.id, Jakarta — Rupiah tercatat menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, seiring meningkatnya minat pasar menjelang libur panjang akhir pekan.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah naik 53 poin atau 0,30 persen, sehingga kurs berada di level Rp17.475 per dolar Amerika Serikat.

BACA JUGA

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

Namun demikian, pasar global masih dibayangi ketidakpastian. Investor terus mencermati ketegangan di Selat Hormuz, sementara hubungan Amerika Serikat dan Iran turut menahan sentimen pasar.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut harga energi global masih bertahan tinggi, sehingga turut mendorong tekanan inflasi di Amerika Serikat.

Ia mencatat, indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,6 persen pada April 2026. Sementara itu, inflasi tahunan mencapai 3,8 persen, tertinggi sejak pertengahan 2023.

Di sisi lain, pelaku pasar kini menanti rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dipandang penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga pada tahun ini mulai berkurang di kalangan investor.

Investor juga menyoroti rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada 14–15 Mei 2026, yang diperkirakan membahas isu perdagangan dan geopolitik global.

Sementara itu, dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada posisi utang pemerintah Indonesia yang hingga akhir Maret 2026 mendekati Rp10.000 triliun.

Meski demikian, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada di level 40,75 persen, di bawah batas aman yang ditetapkan undang-undang.

Terakhir, Bank Indonesia memastikan intervensi pasar tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah selama periode libur panjang.

Tags: Bank Indonesiaberita ekonomiEkonomi IndonesiaGeopolitikinflasi ASkurs dolarMetapos.idpasar keuanganRupiahThe FedUtang pemerintah
Previous Post

Jangan Salah Pilih, Ini Kriteria Hewan Kurban yang Tidak Layak Disembelih

Related Posts

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik

13 May 2026
IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global
Ekbis

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

13 May 2026
Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Dinamika Global
Ekbis

Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Dinamika Global

13 May 2026
Superbank dan KakaoBank Luncurkan Kartu Untung untuk Tingkatkan Engagement Nasabah
Ekbis

Superbank dan KakaoBank Luncurkan Kartu Untung untuk Tingkatkan Engagement Nasabah

12 May 2026
Huawei Dikabarkan Kembangkan Smartphone dengan Baterai Jumbo di Atas 10.000 mAh
Ekbis

Konflik AS-Iran hingga MSCI Dinilai Tekan Nilai Tukar Rupiah

12 May 2026
Sidang Chromebook Nadiem Dinilai Tunjukkan Perbedaan Cara Pandang soal Inovasi
Ekbis

Prudential Syariah Kokoh Pimpin Industri Asuransi Jiwa Syariah Nasional

12 May 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini