Metapos.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan anggaran Rp6,12 triliun untuk Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada 2027.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk menjaga layanan penerbangan perintis, mengembangkan bandar udara, serta memperkuat keselamatan dan keamanan penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pagu tersebut meningkat Rp837,2 miliar dari pagu indikatif sebelumnya sebesar Rp5,29 triliun.
“Kebutuhan Ditjen Perhubungan Udara tahun anggaran 2027 adalah sebesar Rp14,14 triliun. Pagu indikatif Ditjen Perhubungan Udara tahun 2027 sebesar Rp5,29 triliun, menjadi sebesar Rp6,12 triliun, di mana terdapat pergeseran dan tambahan anggaran sebesar Rp837,2 miliar, sehingga masih terdapat backlog kebutuhan anggaran tahun 2027 sebesar Rp8,01 triliun,” kata Lukman dalam RDP bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (03/09/2026).
Dari anggaran tersebut, Rp788,51 miliar dialokasikan untuk layanan penerbangan perintis yang mencakup 262 rute penumpang dan 47 rute kargo di 23 koordinator wilayah.
“Layanan keperintisan telah dialokasikan total 309 rute perintis, terdiri dari 262 rute perintis penumpang dan 47 rute perintis kargo,” ujarnya.
Lukman menyebut layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga konektivitas kawasan 3TP.
“Komitmen Ditjen Perhubungan Udara dalam mendukung pelayanan perintis dengan mengutamakan peningkatan frekuensi penerbangan yang mendukung konektivitas kawasan 3TP,” tuturnya.
Selain penerbangan perintis, Kemenhub mengalokasikan Rp1,289 triliun untuk dukungan pelayanan, termasuk pengembangan sejumlah bandara.
Pengembangan tersebut mencakup Bandara Wanam, Mopah Merauke, Naha, Betoambari, Tampa Padang, Nop Goliat Dekai, Babo, Gorontalo, hingga Banda Neira.
Sementara itu, Rp1,176 triliun dialokasikan untuk keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk rehabilitasi prasarana, inspeksi, pemeliharaan fasilitas, serta pengadaan berbagai peralatan keselamatan.
Kemenhub juga menyiapkan rehabilitasi pascabencana untuk delapan bandara di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur.







