Wednesday, September 9, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Lansia Tak Punya HP Kena Imbas Judol, Kemensos Periksa Data

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
3 September 2026
in Nasional
Lansia Tak Punya HP Kena Imbas Judol, Kemensos Periksa Data

Metapos.id, Jakarta — Kementerian Sosial (Kemensos) tengah memeriksa kembali data penerima bantuan sosial (bansos) yang terdeteksi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online (judol).

Langkah tersebut dilakukan setelah muncul kasus dua warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang bantuan sosialnya dihentikan karena identitas mereka tercatat memiliki indikasi terkait judi online.

BACA JUGA

Abu Erupsi Anak Krakatau Berubah Arah, Jakarta Tak Terdampak

PDIP Disebut Bakal Jadi Poros Kuat Pilpres 2029

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Kemensos menemukan adanya kemungkinan identitas penerima bansos digunakan oleh pihak lain. Temuan itu muncul dalam proses pemutakhiran data penerima bantuan.

“Sekarang kita dalami itu, ada fenomena KTP-KTP menerima bansos dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membuat akun. Untuk membeli motor atau untuk membeli aset-aset yang lain termasuk untuk langganan listrik. Jadi ini sedang kita pastikan semua,” ujar Gus Ipul, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, ia didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Menurut Gus Ipul, penyalahgunaan identitas dapat membuat warga yang sebenarnya masuk kategori tidak mampu justru gagal mendapatkan bansos. Penggunaan identitas tersebut juga bisa dilakukan oleh anggota keluarga penerima, termasuk anak.

“Ada misalnya keluarga yang tidak mampu, tertolak (bansos) karena KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain. Kedua ada juga fenomena yang main judol itu bukan orang tuanya, tapi anaknya atau keluarganya,” jelas Gus Ipul.

Kemensos kini melakukan verifikasi dan pembaruan data untuk memastikan kondisi penerima bansos sesuai keadaan sebenarnya. Pemerintah ingin memastikan masyarakat yang memenuhi persyaratan tidak kehilangan hak bantuan akibat penyalahgunaan identitas.

“Jadi kalau ada lansia, kemudian mungkin keluarga yang sangat tidak mampu, tapi tidak menerima bansos karena terindikasi judol. Itu mungkin dimanfaatkan oleh keluarganya atau oleh orang lain. Untuk yang seperti ini sedang kita perbaiki, sedang kita dalami,” tutur Gus Ipul.

Ia menegaskan warga yang berdasarkan hasil verifikasi tetap memenuhi persyaratan akan kembali mendapatkan bantuan sosial.

“Tentu jika memenuhi kriteria, bansosnya akan tetap kita salurkan,” pungkas Gus Ipul.

Sebelumnya, pasangan lansia Dayat (77) dan Darmi (63), warga Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, diketahui tidak lagi menerima bansos setelah data mereka terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online.

Padahal, pasangan tersebut menyatakan tidak mempunyai telepon seluler. Keduanya sebelumnya terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu setiap tiga bulan.

Namun, bantuan itu tidak lagi mereka terima sejak awal 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kehidupan ekonomi Dayat dan Darmi tergolong kurang mampu.

Keduanya juga masih masuk dalam desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Tags: BansosDTSENJudi onlineJudolKemensoslansiaMetapos.idPekalongan
Previous Post

Kemenhaj Ungkap 75 Ribu Orang Berebut Kursi Petugas Haji

Next Post

Makan Bareng Ternyata Punya Efek Bikin Hidup Lebih Bahagia

Related Posts

Abu Erupsi Anak Krakatau Berubah Arah, Jakarta Tak Terdampak
Nasional

Abu Erupsi Anak Krakatau Berubah Arah, Jakarta Tak Terdampak

9 September 2026
PDIP Disebut Bakal Jadi Poros Kuat Pilpres 2029
Nasional

PDIP Disebut Bakal Jadi Poros Kuat Pilpres 2029

9 September 2026
Bandara Wunopito di Lewoleba, NTT, ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok yang kembali erupsi pada Selasa (8/9/2026).
Nasional

Abu Vulkanik Lewotolok Ganggu Operasional Bandara Wunopito

8 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Nasional

Soetta Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Cek

8 September 2026
Pemprov Jawa Tengah memastikan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi di wilayahnya berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi.
Nasional

Pemprov Jateng Pastikan Wilayahnya Aman

8 September 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK
Nasional

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

8 September 2026
Next Post
Makan Bareng Ternyata Punya Efek Bikin Hidup Lebih Bahagia

Makan Bareng Ternyata Punya Efek Bikin Hidup Lebih Bahagia

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini