Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

RI Dorong Investasi Dua Arah dengan AS

metaposmedia by metaposmedia
14 April 2025
in Ekbis
Airlangga Laporan ke Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Diramal Melambat di 2023

Jakarta, Metapos.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi di Indonesia dan sebaliknya mendorong perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di AS.

Adapun hal tersebut termasuk dalam bentuk negosiasi dari Indonesia terhadap tarif bea masuk yang dikenakan oleh pemerintah Amerika Serikat, di mana saat ini dikenai tarif sebesar 32 persen dan tengah dalam masa peninjauan selama 90 hari.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

“Secara teknis juga Indonesia juga akan ada selain mengundang investasi Amerika di Indonesia. Indonesia juga akan ada perusahaan yang akan investasi di Amerika,” ujarnya kepada awak media, Senin, 14 April.

Meski demikian, Airlangga belum dapat menjelaskan secara rinci terkait perusahaan mana dan komoditas apa yang akan melakukan berinvestasi dan sebaliknya mendapatkan investasi.

“Sehingga seluruhnya tentu tergantung daripada pembicaraan nanti,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todo Tua Pasaribu menyampaikan bahwa sektor strategis yang tengah dipertimbangkan untuk investasi di luar negeri mencakup industri migas (oil and gas).

“Salah satu yang strategis kan oil and gas. Buka perusahaan atau kita ngeliat line up bisnisnya kan sebenarnya beberapa investasi kita yang diluar kan sudah pernah terjadi, salah satunya itu industri nya di oil and gas melalui anak perusahaan pertamina Tapi kita liat lah strateginya seperti apa belum tau,” ujar Todo.

Todo menambahkan saat ini pihaknya masih melihat dan memitigasi potensi strategisnya lebih lanjut.

Selain itu, Todo menyampaikan juga sektor teknologi juga menjadi fokus lantaran secara strategis perusahaan AI di luar negeri, dapat di pertimbangkan sejalan dengan upaya kita untuk memperkuat riset dan pengembangan (R&D) dalam negeri.

“Bisa juga dengan, teknologi artinya kan secara strategi nya yang kita liat Kita bisa berinvestasi ke sana yang juga nanti in-line nya bisa kita absorb untuk kepentingan di negara kita juga kan Ini yang lagi dimitigasi,” tuturnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai jenis perusahaan yang terlibat, Todo menegaskan bahwa strategi investasi lebih diarahkan melalui perusahaan BUMN, dengan memanfaatkan fleksibilitas yang ada pasca pembentukan Danantara.

“Kita harapkan harus pake strategik kita, pake strategik BUMN kita lah artinya dengan adanya danantara kan sebenernya strategik itu baik kita berinvestasi dalam negeri maupun di luar negeri Kan bisa jauh lebih fleksibel daripada sebelum danantara,” imbuhnya.

Todo menyampaikan beberapa BUMN juga telah memiliki portofolio investasi luar negeri, seperti kilang offshore, akuisisi sumur, hingga sektor midstream.

Momentum ini lah, kalau kita liat portfolio nya, beberapa BUMN kita kan memang sudah pernah berinvestasi di luar Maksudnya bentuknya kayak di kilang offshore Bisa akuisisi sumur, bisa di upstream nya, midstream nya tapi mostly kayak begitu,” ucapnya.

Ia juga membuka kemungkinan untuk keterlibatan dalam proyek kolaboratif di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat.

“Kan combine investment kan juga boleh Gak perlu harus kita kan Kita bisa ikut dalam project part of bagian daripada itu tetapi selain memang strategik getting margin Kita juga punya strategik bisa mendapatkan leverage daripada riset pengetahuan teknologinya kan strateginya itu Kan tidak ada masalah,” tutup Todo.

Tags: InvestasiMenko AirlanggaMetapos.id
Previous Post

Cadangan Devisa RI Mencapai 157,1 Miliar Dolar AS pada Maret 2025

Next Post

Tarif Tol Tangerang-Merak Naik Mulai Besok, Ini Rinciannya

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Tarif Tol Tangerang-Merak Naik Mulai Besok, Ini Rinciannya

Tarif Tol Tangerang-Merak Naik Mulai Besok, Ini Rinciannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini