Saturday, June 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Puasa Tanpa Sahur, Apakah Tetap Sah Menurut Islam?

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
4 February 2026
in Nasional
Jeffrey Hendrik Isi Kursi Pjs Dirut BEI Usai Iman Rachman Mengundurkan Diri

Metapos.id, Jakarta – Sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam sebelum menjalankan ibadah puasa. Rasulullah SAW menyebut sahur sebagai waktu yang penuh keberkahan, baik dari sisi ibadah maupun kesehatan. Namun, tidak sedikit orang yang terpaksa melewatkan sahur karena kesiangan atau kondisi tertentu. Lantas, apakah puasa tanpa sahur tetap sah menurut syariat Islam?

 

BACA JUGA

DPR Temui Mahasiswa di Depan Parlemen, Sampaikan Hasil Dialog 2026

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Sorotan, Polda Metro Beri Penjelasan Resmi

Pertanyaan ini kerap muncul, terutama saat bulan Ramadan. Sebagian umat Muslim khawatir puasanya menjadi tidak sah apabila tidak sempat sahur. Untuk menjawabnya, perlu dipahami terlebih dahulu kedudukan sahur dalam hukum puasa.

 

Hukum Puasa Tanpa Sahur

Dalam Islam, puasa tanpa sahur tetap dinyatakan sah. Sahur bukan termasuk rukun puasa, melainkan sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, meninggalkan sahur tidak membatalkan puasa, tetapi seseorang akan kehilangan keutamaan dan keberkahan yang terkandung di dalamnya.

 

Empat mazhab besar dalam Islam—Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali—sepakat bahwa sahur bukan syarat sah puasa. Selama seseorang telah berniat puasa sebelum terbit fajar dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, maka puasanya tetap sah.

 

Rasulullah SAW bersabda,

“Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air.”

(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

 

Hadis tersebut menunjukkan bahwa sahur memiliki keutamaan, tetapi tidak bersifat wajib.

 

Niat Lebih Utama daripada Sahur

Yang menjadi penentu sah atau tidaknya puasa adalah niat. Niat puasa wajib dilakukan sebelum terbit fajar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis:

 

“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

(HR. Abu Daud dan An-Nasa’i)

 

Dengan demikian, meskipun seseorang tidak sempat sahur, puasanya tetap sah selama niat telah dilakukan pada waktunya.

 

Pandangan Ulama

Mayoritas ulama menegaskan bahwa sahur tidak memengaruhi keabsahan puasa. Ulama dari mazhab Syafi’i dan Hambali menyebut sahur sebagai sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan. Mazhab Hanafi dan Maliki juga memiliki pandangan serupa, dengan penekanan bahwa sahur membantu menjaga kekuatan fisik selama berpuasa.

 

Ulama kontemporer seperti Syaikh Ibnu Utsaimin turut menegaskan bahwa sahur tidak wajib, namun sangat dianjurkan agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih ringan dan optimal.

 

Keutamaan Sahur

Meski tidak wajib, sahur memiliki banyak keutamaan. Selain mengandung keberkahan, sahur membantu menjaga stamina tubuh, menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat lain, serta menjadi kesempatan terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.

 

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan waktu makan dan minum hingga datangnya fajar, tanpa menjadikan sahur sebagai syarat sah puasa.

 

Waktu Sahur yang Dianjurkan

Sahur dapat dilakukan sejak tengah malam hingga menjelang terbit fajar. Namun, Islam menganjurkan untuk mengakhirkan sahur mendekati waktu subuh. Rasulullah SAW bersabda:

 

“Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

(HR. Ahmad)

 

Kesimpulan

Puasa tanpa sahur tetap sah menurut Islam, selama niat dilakukan sebelum fajar dan tidak ada hal yang membatalkan puasa. Meski demikian, sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan manfaat, baik secara spiritual maupun fisik.

Tags: bulan suci ramadhanMetapos.idPuasaPuasa Tanpa SahurSahur
Previous Post

Program MBG untuk Lansia Dimatangkan, Fokus Usia di Atas 75 Tahun

Next Post

Prabowo Resmi Umumkan Cuti Bersama ASN 2026, Catat Tanggalnya!

Related Posts

DPR Temui Mahasiswa di Depan Parlemen, Sampaikan Hasil Dialog 2026
Nasional

DPR Temui Mahasiswa di Depan Parlemen, Sampaikan Hasil Dialog 2026

19 June 2026
Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Sorotan, Polda Metro Beri Penjelasan Resmi
Nasional

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Sorotan, Polda Metro Beri Penjelasan Resmi

19 June 2026
Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Ganggu Hasil Panen, Petani Mulai Bersiap
Nasional

Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Ganggu Hasil Panen, Petani Mulai Bersiap

19 June 2026
Kemnaker Catat 1.940 Peserta Keluar dari Program Magang Nasional 2026
Nasional

Kemnaker Catat 1.940 Peserta Keluar dari Program Magang Nasional 2026

18 June 2026
Antrean Haji Turun Jadi 26 Tahun, Prabowo Dorong Percepatan Keberangkatan Jemaah
Nasional

Antrean Haji Turun Jadi 26 Tahun, Prabowo Dorong Percepatan Keberangkatan Jemaah

18 June 2026
Reformasi SPPG oleh BGN: Skema Insentif Rp 6 Juta Diubah dan Pegawai Tak Boleh Jadi Pemilik
Nasional

Reformasi SPPG oleh BGN: Skema Insentif Rp 6 Juta Diubah dan Pegawai Tak Boleh Jadi Pemilik

17 June 2026
Next Post
Prabowo Resmi Umumkan Cuti Bersama ASN 2026, Catat Tanggalnya!

Prabowo Resmi Umumkan Cuti Bersama ASN 2026, Catat Tanggalnya!

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini