Friday, June 26, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Produktivitas Industri Sapi Perah di Tanah Air masih Rendah, Ini Kata Kemenperin

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
10 July 2023
in Ekbis
Produktivitas Industri Sapi Perah di Tanah Air masih Rendah, Ini Kata Kemenperin

JAKARTA,Metapos.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, industri susu di Tanah Air masih menghadapi sejumlah kendala hingga saat ini. Salah satunya berkaitan dengan produktivitas peternakan sapi perah di Indonesia yang masih rendah.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi susu per kapita di Indonesia baru mencapai 16,27 kg per kapita per tahun atau di bawah rata-rata negara-negara di Asia Tenggara. Sementara itu, pada 2022, kebutuhan susu mencapai 4,4 juta ton, namun produksi susu segar di Indonesia baru mencapai 968.980 ton.

BACA JUGA

Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata

Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya

“Saat ini, kondisi persusuan nasional membutuhkan perhatian. Sebab, susu adalah sumber nutrisi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh manusia,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika di Jakarta, Senin, 10 Juli.

Putu bahkan mengungkapkan kendala lain yang tengah dihadapi sektor peternakan sapi perah di Indonesia, seperti kecilnya skala kepemilikan sapi, lahan terbatas, dan mahalnya biaya pembesaran.

Kemudian, kurangnya pemahaman terhadap good dairy farming practices, mandeknya regenerasi peternak karena rendahnya minat anak muda (usia rata-rata peternak sapi perah Indonesia adalah 56 tahun), serta deraan penyakit kuku dan mulut (PMK) yang pernah menjangkiti lebih dari 538 ribu ternak di 17 provinsi pada tahun lalu, yang mana 72 ribu ekor adalah sapi perah.

Meski begitu, Kemenperin tetap mengapresiasi salah satu industri susu, yaitu PT Frisian Flag Indonesia (FFI) yang telah menginisiasi program “Young Progressive Farmer Academy”. Program itu bertujuan meningkatkan produktivitas peternakan sapi perah di Indonesia.

“Melalui program ini, para peternak muda dapat berperan untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri. Sebab, saat ini pasokan bahan baku susu dalam negeri baru tersedia 20 persen,” ujar Putu.

Dia menyebut, Program Young Progressive Farmer Academy adalah salah satu inisiatif Frisian Flag Indonesia untuk mendorong minat anak muda menjadi peternak dan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia melalui capacity building.

Program tersebut juga bertujuan untuk mencari peternak muda yang berpikiran progresif dalam mengembangkan peternakan sapi perah yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga berkelanjutan atau ramah lingkungan.

Menurut Putu, hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan selaras dengan lingkungan.

“Diharapkan dalam tiga tahun ke depan, pemenang program Young Progressive Farmer Academy akan tumbuh jadi peternak skala medium dengan kenaikan pendapatan hingga 50 persen,” imbuhnya.

Tags: KemenperinMetapos.idSapi perah
Previous Post

Survei BI: Optimisme Konsumen Turun Memasuki Paruh Kedua 2023

Next Post

Lengkapi Kebutuhan Transaksi PMI, Bank Mandiri Perkuat Layanan Remitansi

Related Posts

Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata
Ekbis

Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata

26 June 2026
Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya
Ekbis

Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya

26 June 2026
Diversifikasi Aset Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
Ekbis

Diversifikasi Aset Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

25 June 2026
Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi
Ekbis

Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi

25 June 2026
Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan
Ekbis

Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan

24 June 2026
Yen Jadi Satu-satunya yang Menguat Saat Mata Uang Asia Rontok
Ekbis

Yen Jadi Satu-satunya yang Menguat Saat Mata Uang Asia Rontok

24 June 2026
Next Post
Lengkapi Kebutuhan Transaksi PMI, Bank Mandiri Perkuat Layanan Remitansi

Lengkapi Kebutuhan Transaksi PMI, Bank Mandiri Perkuat Layanan Remitansi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini