Tuesday, October 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 May 2026
in Ekbis
Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara

Metapos.id, Jakarta — Wacana pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Transfer Pricing kembali mengemuka seiring meningkatnya kebutuhan akan kepastian hukum dalam praktik perpajakan internasional di Indonesia. Isu ini menjadi fokus utama dalam sebuah disertasi doktoral yang mengkaji rekonstruksi hukum transfer pricing sebagai instrumen strategis untuk menjaga basis pajak nasional.

Dalam disertasi berjudul “Rekonstruksi Hukum Transfer Pricing Berbasis Kepastian Hukum untuk Mendukung Optimalisasi Penerimaan Negara Indonesia”, ditegaskan bahwa persoalan utama transfer pricing di Indonesia tidak lagi semata bersifat teknis. Akar permasalahan justru terletak pada ketidakpastian hukum akibat disharmonisasi antara regulasi dan implementasi di lapangan.

BACA JUGA

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya sengketa pajak, sekaligus membuka celah bagi praktik penghindaran pajak lintas yurisdiksi.

Sebagai solusi, penelitian ini mendorong pembentukan RUU Transfer Pricing sebagai lex specialis yang menjadi landasan hukum komprehensif dalam mengatur transaksi afiliasi. Regulasi ini diharapkan mampu membatasi ruang diskresi otoritas secara lebih terukur sekaligus meningkatkan kepastian hukum.

RUU tersebut diharapkan dapat:

Mengunci standar penerapan prinsip kewajaran (arm’s length principle)

Memperjelas kewenangan serta mekanisme pembuktian

Memperkuat sistem penyelesaian sengketa seperti APA (Advance Pricing Agreement) dan MAP (Mutual Agreement Procedure)

Meningkatkan konsistensi antara norma hukum dan praktik administrasi

Kinerja Penerimaan Negara dan Relevansi Isu

Hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun, tumbuh 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor perpajakan yang menunjukkan penguatan kualitas basis pajak.

Secara khusus, penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 20,7 persen secara tahunan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa tren positif tersebut akan terus didorong melalui perbaikan sistem perpajakan, termasuk penguatan sistem administrasi seperti coretax.

“Pajak terus mengalami perbaikan dan akan bekerja lebih baik lagi,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa (5/5/2026).

Dalam konteks ini, isu yang diangkat dalam disertasi tersebut menjadi sangat relevan. Praktik transfer pricing oleh perusahaan multinasional masih menjadi tantangan besar dalam menjaga basis pajak nasional. Ketidakpastian hukum dalam implementasinya berpotensi menimbulkan sengketa sekaligus menghambat optimalisasi penerimaan negara.

Pentingnya Kepastian Hukum

Penulis disertasi, Ikhwan Ashadi, menekankan bahwa kepastian hukum merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“Tanpa kepastian hukum yang kuat, standar teknis dalam transfer pricing akan terus berubah dalam praktik. Hal ini tidak hanya memicu sengketa, tetapi juga menurunkan kepercayaan dan kepatuhan,” ujarnya.

Dengan latar belakang sebagai praktisi di bidang konsultasi dan audit perpajakan, ia menilai bahwa pendekatan normatif harus diimbangi dengan reformasi kelembagaan serta penguatan kapasitas administrasi perpajakan.

Rekomendasi dan Action Plan

Disertasi ini menawarkan sejumlah rumusan strategis dalam reformasi transfer pricing, yaitu:

Kepastian hukum sebagai fondasi utama

Penyelarasan regulasi nasional dengan standar internasional

Penguatan dokumentasi serta ketersediaan data pembanding

Reformasi sistem penyelesaian sengketa yang lebih efisien

Selain itu, disusun pula action plan implementasi dalam jangka waktu 3–5 tahun, yang mencakup:

Penguatan kapasitas Direktorat Jenderal Pajak

Pembangunan infrastruktur data perpajakan

Integrasi sistem informasi perpajakan

Sidang terbuka disertasi ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendorong reformasi kebijakan perpajakan nasional.

Dengan pendekatan yang menggabungkan teori hukum dan praktik lapangan, gagasan RUU Transfer Pricing diharapkan menjadi pijakan menuju sistem perpajakan yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.

Tentang Ikhwan Ashadi

Ikhwan Ashadi adalah praktisi pajak dan kandidat Doktor Ilmu Hukum dengan pengalaman luas di bidang konsultasi dan audit perpajakan. Ia menjabat sebagai Direktur Utama Citra Global Consulting serta Managing Partner KAP GIAR, dengan fokus pada isu transfer pricing, kepastian hukum, dan optimalisasi penerimaan negara.

Tags: disertasi doktoralIkhwan AshadiMetapos.idPerpajakanpricing
Previous Post

Kecelakaan Maut di Musi Rawas Utara, Bus ALS Terbakar dan 16 Tewas

Next Post

Bus ALS Tabrakan dengan Truk Tangki, 16 Jenazah Dievakuasi ke RSUD Lubuk Linggau

Related Posts

Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
Next Post
7 Terinfeksi di Kapal Pesiar, WHO Waspadai Penularan Hantavirus

Bus ALS Tabrakan dengan Truk Tangki, 16 Jenazah Dievakuasi ke RSUD Lubuk Linggau

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini