Saturday, August 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 May 2026
in Ekbis
Pinjol RI Meledak ke Rp101 Triliun, OJK Ingatkan Risiko dan Pengawasan

Metapos.id, Jakarta — Total kewajiban pinjaman online (pinjol) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hingga Maret 2026, nilainya menembus Rp101,03 triliun.

Angka tersebut mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital. Selain itu, kemudahan akses dan kecepatan layanan turut mendorong ekspansi tersebut.

BACA JUGA

Sri Mulyani Ditunjuk Kembali sebagai Penasihat Bank Dunia

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan pinjol tumbuh 26,25 persen secara tahunan.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menegaskan bahwa industri ini masih terus berkembang.

“Outstanding pembiayaan mencapai Rp101,03 triliun pada Maret 2026,” ujar Agusman.

Risiko Kredit Masih Terkendali

Meski mengalami pertumbuhan signifikan, risiko pembiayaan masih berada dalam batas aman. Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) tercatat 4,52 persen.

Angka ini sedikit membaik dibandingkan Februari yang berada di level 4,54 persen. Dengan demikian, kualitas pembiayaan relatif stabil.

Di sisi lain, sektor perusahaan pembiayaan juga menunjukkan kinerja positif. Total piutang tercatat Rp514,09 triliun pada Maret 2026.

Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tercatat sebagai berikut:

Gross: 2,83 persen

Net: 0,8 persen

Selain itu, gearing ratio berada di level 2,17 kali. Angka ini masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan.

Tren Peningkatan Berlanjut

Sebelumnya, pada Februari 2026, total utang pinjol berada di angka Rp100,69 triliun. Nilai tersebut tumbuh 25,75 persen secara tahunan.

Namun demikian, tren kenaikan tetap berlanjut pada Maret. Hal ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan.

Menurut OJK, masyarakat kini semakin mengandalkan akses pembiayaan cepat. Terutama melalui platform digital yang mudah dijangkau.

Di sisi lain, sektor pembiayaan tetap menunjukkan ketahanan. Kondisi ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif.

Pada Februari 2026:

Total pembiayaan mencapai Rp512,14 triliun

Tumbuh 1,01 persen secara tahunan

Didukung pembiayaan modal kerja yang naik 8,31 persen

Selain itu, kualitas aset tetap terjaga. NPF gross berada di 2,78 persen, sedangkan NPF net di 0,81 persen.

Pegadaian Mengalami Lonjakan

Sementara itu, industri pegadaian juga mencatat pertumbuhan tinggi. Penyaluran pembiayaan meningkat 61,78 persen secara tahunan.

Nilainya mencapai Rp152,40 triliun pada Februari 2026. Sebagian besar berasal dari produk gadai.

Produk tersebut menyumbang sekitar Rp126 triliun, atau sekitar 83 persen dari total pembiayaan.

Dengan demikian, layanan gadai masih menjadi instrumen utama masyarakat. Khususnya untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek.

Keseimbangan Akses dan Edukasi

Lonjakan pinjol menunjukkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, akses keuangan menjadi semakin mudah.

Namun di sisi lain, potensi risiko juga ikut meningkat. Oleh sebab itu, OJK menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan.

Selain itu, pengawasan perlu diperkuat secara berkelanjutan. Tujuannya agar industri dapat tumbuh secara sehat dan terukur.

Ke depan, edukasi menjadi faktor penting. Dengan begitu, masyarakat dapat terhindar dari beban utang berlebihan.

Tags: Ekonomi IndonesiaFintechKredit macetMetapos.idOJKpembiayaan digitalPinjaman onlinePinjolutang pinjol
Previous Post

Laga Persija vs Persib 2026 Pindah ke Samarinda, Ini Penyebabnya

Next Post

Dua Srikandi BTN Raih Penghargaan di Leading Women Awards 2026

Related Posts

Sri Mulyani
Ekbis

Sri Mulyani Ditunjuk Kembali sebagai Penasihat Bank Dunia

7 August 2026
PLN
Ekbis

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Selama GIIAS 2026, Ini Syaratnya

6 August 2026
Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC
Ekbis

Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

6 August 2026
purbaya
Ekbis

Kemenkeu Ambil Alih Saham BUMN di Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

5 August 2026
Halal Indo 2026
Ekbis

Halal Indo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri dan Kreator Bangun Ekosistem Halal Nasional

5 August 2026
Malaysia
Ekbis

Malaysia Pimpin Daftar Negara Terbaik bagi Digital Nomad pada 2026

4 August 2026
Next Post
Dua Srikandi BTN Raih Penghargaan di Leading Women Awards 2026

Dua Srikandi BTN Raih Penghargaan di Leading Women Awards 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini