Wednesday, September 9, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Prabowo: Bumi dan Kekayaan Alam Indonesia Milik Rakyat, Bukan Segelintir Kelompok

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
24 July 2026
in Nasional
Prabowo: Bumi dan Kekayaan Alam Indonesia Milik Rakyat, Bukan Segelintir Kelompok

Metapos.id, Jakarta  – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang mengambil atau menikmati kekayaan bangsa Indonesia secara tidak semestinya. Ia memastikan akan berupaya mengembalikan penguasaan kekayaan alam agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

BACA JUGA

Abu Vulkanik Lewotolok Ganggu Operasional Bandara Wunopito

Soetta Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Cek

Prabowo mengakui langkah tersebut berpotensi memunculkan penolakan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari pengelolaan kekayaan negara.

“Kita pasti akan menghadapi perlawanan mereka-mereka yang menikmati kekayaan bangsa kita,” ujar Prabowo.

Menurutnya, kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Seluruh sumber daya yang dimiliki bangsa harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan milik bangsa Indonesia yang harus dikelola untuk kepentingan rakyat.

Sebagai kepala negara, Prabowo menyatakan memiliki kewajiban untuk bekerja keras agar kekayaan tersebut dapat dikuasai kembali dan hasilnya dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Tags: kekayaan alamkekayaan IndonesiaMetapos.idPemerintahan prabowoPrabowoSumber Daya Alam
Previous Post

Sinergi Bank Mandiri Taspen dan PT Taspen Salurkan Santunan kepada Keluarga Rahmad Gobel

Next Post

Polisi Selidiki Dugaan Satpam Diminta Bersujud usai Insiden dengan Sopir Alphard

Related Posts

Bandara Wunopito di Lewoleba, NTT, ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok yang kembali erupsi pada Selasa (8/9/2026).
Nasional

Abu Vulkanik Lewotolok Ganggu Operasional Bandara Wunopito

8 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Nasional

Soetta Kembali Beroperasi, Penumpang Wajib Cek

8 September 2026
Pemprov Jawa Tengah memastikan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi di wilayahnya berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi.
Nasional

Pemprov Jateng Pastikan Wilayahnya Aman

8 September 2026
Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK
Nasional

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

8 September 2026
Ini Perbedaan Badan Geologi dan BMKG yang Ingin Diintegrasikan Prabowo
Nasional

Ini Perbedaan Badan Geologi dan BMKG yang Ingin Diintegrasikan Prabowo

8 September 2026
BSU Rp600.000 Cair, Kebutuhan Pokok Prioritas, Parfum Tetap Dibeli
Nasional

BSU Rp600.000 Cair, Kebutuhan Pokok Prioritas, Parfum Tetap Dibeli

8 September 2026
Next Post
Polisi Selidiki Dugaan Satpam Diminta Bersujud usai Insiden dengan Sopir Alphard

Polisi Selidiki Dugaan Satpam Diminta Bersujud usai Insiden dengan Sopir Alphard

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini