Metapos.id, Jakarta – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memaparkan hasil pertemuannya dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang digelar di Solo, Jawa Tengah. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu penting.
Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai upaya membuka akses Selat Hormuz bagi kapal Indonesia. Ia menyatakan bahwa persoalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah.
Ia menjelaskan, pertemuan lebih diarahkan pada penguatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Menurutnya, kerja sama yang baik antarnegara dapat memberikan manfaat luas, terutama dalam aspek ekonomi dan stabilitas geopolitik dunia.
Jokowi juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian global. Ia mendukung berbagai inisiatif anti-perang, karena konflik dinilai dapat menghambat pertumbuhan ekonomi serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat dunia.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan global yang saat ini dihadapi banyak negara, termasuk krisis energi dan minyak. Ia menilai kondisi tersebut berkaitan erat dengan konflik yang terjadi di berbagai wilayah.
Secara keseluruhan, pertemuan itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarnegara sekaligus mendorong terciptanya situasi global yang lebih stabil dan kondusif.












