Friday, July 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penentuan Idulfitri 2026 Diprediksi Berbeda, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
16 March 2026
in Nasional
Penentuan Idulfitri 2026 Diprediksi Berbeda, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Metapos.id, Jakarta – Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada 2026 di Indonesia diperkirakan berpotensi tidak berlangsung secara bersamaan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode serta kriteria yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Peneliti Pusat Riset Antariksa di Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, menyampaikan bahwa posisi hilal pada saat Maghrib, 19 Maret 2026 di kawasan Asia Tenggara diprediksi belum memenuhi kriteria terbaru yang ditetapkan oleh forum MABIMS. Berdasarkan perhitungan tersebut, awal Syawal diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

BACA JUGA

MUI Kaji Penggantian Istilah LGBT ke LGSP, RUU Segera Diajukan

Masih Banyak yang Salah Paham, Dudung Tegaskan Komcad Bersifat Sukarela

Kriteria MABIMS menetapkan syarat tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi sedikitnya 6,4 derajat. Standar tersebut digunakan sebagai acuan dalam penentuan awal bulan Hijriah, termasuk untuk menetapkan awal Ramadan dan Syawal.

Namun demikian, hasil penentuan awal bulan bisa saja berbeda apabila menggunakan acuan lain. Misalnya, jika merujuk pada kriteria yang digunakan di Turkey, maka 1 Syawal 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 20 Maret 2026.

Sementara itu, data pengamatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan bahwa pada saat Matahari terbenam tanggal 19 Maret 2026, tinggi hilal di wilayah Indonesia diperkirakan berada pada kisaran 0,91 derajat di Merauke hingga sekitar 3,13 derajat di Sabang. Pada waktu yang sama, nilai elongasi geosentris diprediksi berkisar antara 4,54 hingga 6,1 derajat.

Apabila hilal tidak berhasil diamati pada tanggal tersebut, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Idulfitri kemungkinan jatuh pada 21 Maret 2026.

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada 20 Maret 2026. Penentuan tersebut menggunakan metode hisab melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mengacu pada konsep kalender global.

Adapun pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan tanggal resmi Idulfitri setelah menggelar sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026.

Tags: 1 Syawal 1447 H21 Maret 2026.BRINkriteriaMABIMSMetapos.idmetodepenentuanPerbedaanThomas Djamaluddin
Previous Post

Belanda Jadi Importir Terbesar Minyak Amerika, Indonesia Peringkat 18

Next Post

Momentum Nuzulul Qur’an, Jamkrindo Syariah Distribusikan Zakat Perusahaan Rp1,09 Miliar

Related Posts

MUI Kaji Penggantian Istilah LGBT ke LGSP, RUU Segera Diajukan
Nasional

MUI Kaji Penggantian Istilah LGBT ke LGSP, RUU Segera Diajukan

30 July 2026
Masih Banyak yang Salah Paham, Dudung Tegaskan Komcad Bersifat Sukarela
Nasional

Masih Banyak yang Salah Paham, Dudung Tegaskan Komcad Bersifat Sukarela

30 July 2026
PWI Terima Permintaan Maaf Hotman Paris, Laporan Polisi Resmi Dicabut
Nasional

PWI Terima Permintaan Maaf Hotman Paris, Laporan Polisi Resmi Dicabut

29 July 2026
MUI Jadikan Hukuman Mati Koruptor Rekomendasi KUII VIII, Mahfud MD Beri Dukungan
Nasional

MUI Jadikan Hukuman Mati Koruptor Rekomendasi KUII VIII, Mahfud MD Beri Dukungan

29 July 2026
Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda, Prabowo Tekankan Pelayanan untuk Rakyat
Nasional

Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda, Prabowo Tekankan Pelayanan untuk Rakyat

29 July 2026
BMKG Pastikan Indonesia Masuki Fase El Nino Kuat, Risiko Kekeringan Meningkat
Nasional

BMKG Pastikan Indonesia Masuki Fase El Nino Kuat, Risiko Kekeringan Meningkat

29 July 2026
Next Post
Momentum Nuzulul Qur’an, Jamkrindo Syariah Distribusikan Zakat Perusahaan Rp1,09 Miliar

Momentum Nuzulul Qur’an, Jamkrindo Syariah Distribusikan Zakat Perusahaan Rp1,09 Miliar

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini