Metapos.id, Jakarta — Pemerintah terus mematangkan rencana digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang ditargetkan berlaku secara nasional pada 2027.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa digitalisasi bansos menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan diberi ruang untuk melihat sekaligus memperbaiki data penerima bantuan.
“Pemerintah dibawa arahan bahwa Presiden Prabowo ini tidak ingin tertutup, kita semua buka, kita perbaiki bersama-sama. Pemerintahnya membuka, datanya juga disampaikan ke masyarakat, masyarakat boleh mengkoreksi, boleh memperbaiki,” kata Gus Ipul, dikutip dari berbagai sumber, Senin (14/9/2026).
Gus Ipul menjelaskan, Kemensos telah melakukan penyelarasan data penerima bantuan secara nasional sejak terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.
Nantinya, sistem digital memungkinkan masyarakat mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan. Masyarakat juga dapat menyampaikan keberatan apabila menemukan data penerima yang dinilai tidak sesuai.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan dalam akurasi data penerima bansos. Oleh sebab itu, pemerintah menyediakan sistem terbuka agar proses pemutakhiran data dapat dilakukan sebelum digitalisasi diterapkan secara nasional.
“Nah alhamdulillah sekarang ini dengan adanya keterbukaan sistem yang dibangun, saluran-saluran yang sudah disiapkan, lebih dari 4 juta keluarga penerima manfaat yang baru. Sebelumnya belum pernah dapat bantuan, tapi selama 2 tahun ini mereka hasil pemutakhiran bisa mendapatkan bantuan sosial. Nah kemudian ditindaklanjuti dengan langkah digitalisasi bansos,” ungkapnya.
Uji Coba Digitalisasi Bansos Oktober 2026
Tahap awal digitalisasi bansos dijadwalkan melalui uji coba pada Oktober 2026. Program tersebut akan diterapkan di 250 kabupaten/kota sebagai persiapan menuju pelaksanaan secara nasional pada 2027.
“Intinya dengan digitalisasi bansos ini, diharapkan memang yang berhak itu, itu memang memenuhi syarat untuk memperoleh perlindungan sosial. Jadi nanti melalui sistem yang sudah disiapkan, masyarakat bisa mengajukan diri, nanti yang menjawab adalah mesin. Apakah keluarga tersebut layak mendapatkan bantuan atau tidak,” katanya.
Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap penyaluran bansos dapat semakin tepat sasaran. Penentuan penerima nantinya dilakukan berdasarkan data serta kriteria kelayakan yang telah ditetapkan.







