Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat kinerja fiskal yang positif sepanjang tahun 2025. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp 91,86 triliun dengan surplus anggaran sebesar Rp 3,89 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan capaian tersebut saat memaparkan laporan keuangan daerah dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026). Menurutnya, pengelolaan anggaran daerah selama 2025 berjalan optimal dan tetap terjaga hingga akhir tahun anggaran.
Ia menjelaskan, pendapatan daerah DKI Jakarta pada 2025 terealisasi sebesar Rp 79,94 triliun. Sementara itu, belanja daerah tercatat mencapai Rp 76,05 triliun. Selain itu, pembiayaan daerah berada di angka Rp 1,89 triliun dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) per Desember 2025 sebesar Rp 5,78 triliun.
Pramono menilai, surplus anggaran tersebut tidak terlepas dari kondisi perekonomian Jakarta yang relatif stabil. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi ibu kota tercatat sebesar 5,03 persen, dengan tingkat inflasi yang berhasil dikendalikan pada angka 2,63 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen.
Dari sisi investasi, Jakarta mencatat realisasi sebesar Rp 270,9 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 11,99 persen secara tahunan. Capaian ini ditopang oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 175,3 triliun serta penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 95,6 triliun, yang berkontribusi sekitar 14 persen terhadap total investasi nasional.
Menurut Pramono, kondisi fiskal yang sehat menjadi modal utama bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan keberlanjutan berbagai program prioritas, mulai dari subsidi transportasi, bantuan sosial, perlindungan daya beli masyarakat, hingga pengendalian inflasi di wilayah ibu kota.
“Struktur ekonomi Jakarta saat ini berada dalam kondisi yang kuat dan menjadi penopang utama pelaksanaan program-program pembangunan yang telah direncanakan,” ujar Pramono.













