Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Kota Bekasi mempercepat pembangunan flyover di kawasan Bekasi Timur. Langkah ini diambil usai kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line.
Selain itu, percepatan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan. Proyek ini sebelumnya memang sudah direncanakan sebagai solusi jangka panjang.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyebut pembangunan flyover telah diinisiasi sejak awal. Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah kecelakaan serupa.
Di sisi lain, pembebasan lahan sudah rampung dengan anggaran lebih dari Rp100 miliar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah mengalokasikan dana tambahan.
Selanjutnya, pemerintah pusat memberikan dukungan lebih besar. Presiden Prabowo Subianto menyiapkan tambahan dana sekitar Rp200 miliar untuk percepatan proyek.
Dengan dukungan tersebut, pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan. Flyover ini diharapkan membuat perjalanan lebih aman dan tidak mengganggu operasional kereta.
Lebih lanjut, kondisi perlintasan di Bekasi dinilai berisiko tinggi. Frekuensi kereta yang padat serta jalur rel terbatas menjadi faktor utama.
Ke depan, pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh. Selain pembangunan flyover, penataan sistem pengamanan perlintasan akan dipercepat di berbagai wilayah.






