Metapos.id, Jakarta – Pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, menjadi sasaran ancaman pembunuhan setelah timnya gagal melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Ancaman tersebut muncul di media sosial dan kini tengah diselidiki oleh kepolisian Korea Selatan.
Korea Selatan sebenarnya memulai turnamen dengan kemenangan atas Republik Ceko yang sempat membuka peluang lolos ke fase gugur. Namun, dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat langkah mereka terhenti di fase grup.
Kegagalan tersebut memicu kemarahan besar dari publik Korea Selatan. Sejumlah unggahan bernada ancaman bermunculan, termasuk ancaman terhadap keselamatan Hong Myung-bo saat kembali ke negaranya.
Polisi langsung meningkatkan pengamanan di Bandara Internasional Incheon. Ratusan personel keamanan dan polisi antihuru-hara disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan saat rombongan tim nasional tiba.
Di tengah tekanan yang semakin besar, Hong Myung-bo memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala. Ia mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan Korea Selatan memenuhi harapan publik.
Kritik juga datang dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Ia menyebut hasil tim sangat mengecewakan dan meminta investigasi terhadap proses pengelolaan serta penunjukan pelatih tim nasional.
Selain kritik di media sosial, petisi yang menuntut pencopotan Hong Myung-bo juga mendapat dukungan luas dari masyarakat. Bahkan, sejumlah tempat usaha dilaporkan memasang tulisan yang melarang sang pelatih memasuki area mereka sebagai bentuk protes.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana kegagalan di ajang olahraga dapat memicu reaksi ekstrem dari sebagian suporter. Aparat kini fokus mengusut pelaku ancaman sekaligus memastikan keselamatan Hong Myung-bo setelah kepulangannya ke Korea Selatan.







