Sunday, September 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

PEFINDO: Penerbitan Surat Utang Korporasi Semester I 2026 Tetap Solid

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
22 July 2026
in Ekbis
PEFINDO: Penerbitan Surat Utang Korporasi Semester I 2026 Tetap Solid

Metapos.id, Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mencatat penerbitan surat utang korporasi pada semester I 2026 mencapai Rp87,35 triliun. Nilai tersebut memang turun tipis 3,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp90,90 triliun, namun aktivitas penerbitan dinilai masih tetap solid.

PEFINDO menjelaskan, kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) serta biaya pendanaan di pasar surat utang yang lebih kompetitif dibandingkan pinjaman perbankan menjadi faktor utama yang menopang penerbitan obligasi korporasi sepanjang paruh pertama tahun ini.

BACA JUGA

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

Perusahaan juga memanfaatkan momentum penurunan yield pada awal tahun, terutama selama Januari hingga Februari 2026, untuk memperoleh pendanaan melalui pasar surat utang. Selama semester I 2026, nilai penerbitan bahkan masih lebih tinggi dibandingkan total surat utang yang jatuh tempo, dengan rasio penerbitan terhadap jatuh tempo mencapai 140,3 persen.

Dari sisi kualitas kredit, penerbitan surat utang masih didominasi oleh emiten dengan peringkat tinggi, terutama kategori AAA dan A. Sementara itu, emiten berperingkat Prime juga memanfaatkan kondisi biaya dana yang relatif rendah untuk memperoleh pendanaan.

PEFINDO juga mencatat emiten swasta masih menjadi kontributor terbesar dalam penerbitan surat utang korporasi. Selain untuk kebutuhan refinancing, porsi penerbitan yang digunakan sebagai modal kerja dan investasi mulai meningkat seiring membaiknya aktivitas dunia usaha.

Untuk keseluruhan tahun 2026, PEFINDO memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi berada pada kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun, dengan titik tengah sekitar Rp175,77 triliun. Proyeksi tersebut didukung tingginya kebutuhan refinancing serta kondisi likuiditas pasar yang masih kondusif.

Kepala Divisi Riset Ekonomi PEFINDO, Suhindarto, mengatakan meski realisasi penerbitan pada semester pertama sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, pasar surat utang korporasi tetap menunjukkan ketahanan yang baik.

“Meskipun realisasi penerbitan surat utang korporasi pada semester I-2026 sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, aktivitas pasar tetap menunjukkan ketahanan. Kebutuhan refinancing yang masih besar, ditambah biaya pendanaan di pasar obligasi yang relatif lebih kompetitif dibandingkan perbankan, menjadi faktor utama yang menopang penerbitan surat utang sepanjang tahun ini,” ujar Suhindarto.

Ia menambahkan, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan yield, dan volatilitas pasar keuangan yang berpotensi memengaruhi keputusan pendanaan emiten, meski PEFINDO masih optimistis target penerbitan surat utang korporasi tahun ini dapat tercapai.

Tags: emitenMetapos.idobligasi korporasipasar obligasiPefindorefinancingSurat utang korporasi
Previous Post

Ariana Grande Luncurkan Yayasan Brighter Days Ahead, Bantu Anak-anak Gaza

Next Post

Trump Usulkan Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Mengkritik

Related Posts

Transaksi timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot senilai Rp4,06 triliun sepanjang Agustus 2026, memperkuat fondasi menuju BMKS 2027.
Ekbis

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

4 September 2026
Sengketa dugaan pemindahan dana RDN senilai Rp2,58 miliar masuk tahap mediasi di PN Jakarta Pusat pada 9 September 2026.
Ekbis

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

4 September 2026
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) memperkuat riset dan manufaktur bisnis fragrance untuk memperluas pasar serta masuk rantai pasok global.
Ekbis

SMLE Ekspansi Bisnis Fragrance, Bidik Pasar Global

2 September 2026
DPR RI menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2030 dalam Rapat Paripurna, Selasa (1/9/2026).
Ekbis

DPR Tetapkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2030

2 September 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan NYAM Awards 2026 untuk mengapresiasi pelaku F&B lokal sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis melalui #BeliLokal.
Ekbis

Tokopedia-TikTok Shop Apresiasi Pelaku F&B Lewat NYAM Awards

2 September 2026
PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) meraih empat penghargaan IQSA 2026 berkat kepemimpinan HSSE, inovasi digital, dan penguatan budaya keselamatan.
Ekbis

PMSol Sabet Empat Penghargaan IQSA 2026

1 September 2026
Next Post
Trump Usulkan Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Mengkritik

Trump Usulkan Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Mengkritik

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini