Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

PEFINDO: Penerbitan Surat Utang Korporasi Semester I 2026 Tetap Solid

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
22 July 2026
in Ekbis
PEFINDO: Penerbitan Surat Utang Korporasi Semester I 2026 Tetap Solid

Metapos.id, Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mencatat penerbitan surat utang korporasi pada semester I 2026 mencapai Rp87,35 triliun. Nilai tersebut memang turun tipis 3,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp90,90 triliun, namun aktivitas penerbitan dinilai masih tetap solid.

PEFINDO menjelaskan, kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) serta biaya pendanaan di pasar surat utang yang lebih kompetitif dibandingkan pinjaman perbankan menjadi faktor utama yang menopang penerbitan obligasi korporasi sepanjang paruh pertama tahun ini.

BACA JUGA

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

Perusahaan juga memanfaatkan momentum penurunan yield pada awal tahun, terutama selama Januari hingga Februari 2026, untuk memperoleh pendanaan melalui pasar surat utang. Selama semester I 2026, nilai penerbitan bahkan masih lebih tinggi dibandingkan total surat utang yang jatuh tempo, dengan rasio penerbitan terhadap jatuh tempo mencapai 140,3 persen.

Dari sisi kualitas kredit, penerbitan surat utang masih didominasi oleh emiten dengan peringkat tinggi, terutama kategori AAA dan A. Sementara itu, emiten berperingkat Prime juga memanfaatkan kondisi biaya dana yang relatif rendah untuk memperoleh pendanaan.

PEFINDO juga mencatat emiten swasta masih menjadi kontributor terbesar dalam penerbitan surat utang korporasi. Selain untuk kebutuhan refinancing, porsi penerbitan yang digunakan sebagai modal kerja dan investasi mulai meningkat seiring membaiknya aktivitas dunia usaha.

Untuk keseluruhan tahun 2026, PEFINDO memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi berada pada kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun, dengan titik tengah sekitar Rp175,77 triliun. Proyeksi tersebut didukung tingginya kebutuhan refinancing serta kondisi likuiditas pasar yang masih kondusif.

Kepala Divisi Riset Ekonomi PEFINDO, Suhindarto, mengatakan meski realisasi penerbitan pada semester pertama sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, pasar surat utang korporasi tetap menunjukkan ketahanan yang baik.

“Meskipun realisasi penerbitan surat utang korporasi pada semester I-2026 sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, aktivitas pasar tetap menunjukkan ketahanan. Kebutuhan refinancing yang masih besar, ditambah biaya pendanaan di pasar obligasi yang relatif lebih kompetitif dibandingkan perbankan, menjadi faktor utama yang menopang penerbitan surat utang sepanjang tahun ini,” ujar Suhindarto.

Ia menambahkan, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan yield, dan volatilitas pasar keuangan yang berpotensi memengaruhi keputusan pendanaan emiten, meski PEFINDO masih optimistis target penerbitan surat utang korporasi tahun ini dapat tercapai.

Tags: emitenMetapos.idobligasi korporasipasar obligasiPefindorefinancingSurat utang korporasi
Previous Post

Ariana Grande Luncurkan Yayasan Brighter Days Ahead, Bantu Anak-anak Gaza

Next Post

Trump Usulkan Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Mengkritik

Related Posts

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
Ekbis

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

15 October 2026
Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah RUPS 14 Oktober 2026, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di PLN.
Ekbis

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

15 October 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.
Ekbis

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

15 October 2026
SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Next Post
Trump Usulkan Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Mengkritik

Trump Usulkan Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Mengkritik

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini