Friday, September 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
4 September 2026
in Ekbis
Transaksi timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot senilai Rp4,06 triliun sepanjang Agustus 2026, memperkuat fondasi menuju BMKS 2027.

Transaksi timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot senilai Rp4,06 triliun sepanjang Agustus 2026, memperkuat fondasi menuju BMKS 2027.

BACA JUGA

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

SMLE Ekspansi Bisnis Fragrance, Bidik Pasar Global

Metapos.id, Jakarta – Aktivitas perdagangan timah ekspor melalui Jakarta Futures Exchange (JFX) mencatatkan kinerja positif sepanjang Agustus 2026 dengan volume mencapai 4.210 lot dan nilai transaksi sekitar Rp4,06 triliun.

Aktivitas perdagangan tertinggi terjadi pada periode 23–29 Agustus 2026 dengan volume 1.405 lot senilai sekitar Rp1,34 triliun.

Capaian tersebut melanjutkan perkembangan pasar fisik timah yang telah dibangun melalui bursa sejak 2019. Dalam lima tahun pertama penyelenggaraannya, lebih dari 95% transaksi timah nasional telah tercatat melalui JFX dengan melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif, termasuk pembeli dari berbagai negara.

Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu fondasi yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam mempersiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

“Sepanjang 2025, sekitar 99% transaksi timah nasional sudah dilakukan melalui JFX. Artinya, untuk timah kita sudah memiliki pasar yang berjalan, pelaku yang aktif, serta mekanisme perdagangan yang digunakan oleh industri. Fondasi seperti ini yang menurut kami dapat dimanfaatkan dan diperkuat untuk mempercepat kesiapan BMKS,” ujar Kanca.

Pada pekan terakhir Agustus, volume transaksi timah meningkat 65,29% menjadi 1.405 lot dari 850 lot pada pekan sebelumnya. Nilai transaksi juga naik 62,76%, dari Rp824,35 miliar menjadi Rp1,34 triliun.

Kenaikan aktivitas tersebut terjadi di tengah koreksi harga. Harga rata-rata transaksi timah di JFX turun 1,54%, sejalan dengan harga rata-rata Tin Ingot di London Metal Exchange (LME) yang terkoreksi sekitar 1,20% dari USD55.891 menjadi USD55.223 per ton.

Menurut JFX, perdagangan timah melalui bursa telah didukung sistem yang terhubung dengan proses kliring dan penyelesaian transaksi, pengawasan, serta pelaporan.

Ekosistem tersebut juga mempertemukan produsen dan penjual Indonesia dengan pembeli domestik maupun internasional.

“Dengan target BMKS beroperasi pada 2027, menurut kami yang terpenting adalah bagaimana kapabilitas yang sudah dimiliki Indonesia dapat langsung dimanfaatkan. Sistem, mekanisme, dan pelaku pasarnya sudah ada. Untuk timah bahkan sudah berjalan dalam skala yang sangat besar. Jadi JFX memiliki basis yang kuat untuk bergerak lebih cepat,” kata Kanca.

Dorong Pembentukan Harga Komoditas

Pengalaman perdagangan timah melalui JFX juga menghasilkan rekam jejak harga, volume, dan aktivitas pelaku yang dapat menjadi basis dalam memperkuat pembentukan harga komoditas di Indonesia.

Hal tersebut dinilai relevan dengan tujuan pengembangan BMKS untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pembentukan harga komoditas strategis.

Sebagai salah satu produsen utama sejumlah komoditas dunia, Indonesia memiliki kepentingan agar kondisi supply dan demand domestik semakin tercermin dalam proses pembentukan harga.

“Untuk timah, proses itu sebenarnya sudah mulai berjalan. Harga JFX sudah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan ketika pembeli melakukan transaksi timah Indonesia. Dengan pasar yang semakin dalam dan transaksi yang semakin kuat, basis kita untuk membangun harga referensi dari Indonesia juga akan semakin kuat,” ujar Kanca.

Transaksi Multilateral JFX

Selain perdagangan timah, aktivitas perdagangan komoditas multilateral di JFX juga tetap terjaga sepanjang Agustus.

Pada periode 1–29 Agustus 2026, total volume transaksi multilateral mencapai sekitar 105.686 lot dengan nilai sekitar Rp22,09 triliun.

Olein menjadi salah satu kontributor utama dengan volume 77.533 lot dan nilai transaksi sekitar Rp8,64 triliun.

Pada pekan terakhir Agustus, harga rata-rata transaksi Olein di JFX meningkat 3,39% dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan dengan harga acuan FPOL Bursa Malaysia Derivatives (BMD) yang naik sekitar 4,51%, dari USD1.175 menjadi USD1.228 per ton.

Sementara itu, perdagangan emas digital on-exchange juga mencatat peningkatan aktivitas pada periode 23–29 Agustus.

Volume transaksi emas digital naik 191,25%, dari 0,80 menjadi 2,33, sedangkan nilai transaksi meningkat 195,14%, dari sekitar Rp2,02 juta menjadi Rp5,97 juta.

Kanca menilai perbedaan karakteristik perdagangan masing-masing komoditas menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan mekanisme perdagangan melalui BMKS.

“Setiap komoditas punya karakteristik yang berbeda. Mekanisme yang berhasil untuk satu komoditas belum tentu bisa diterapkan dengan cara yang sama pada komoditas lainnya. Kita harus memahami apa yang dibutuhkan penjual dan pembeli, kemudian membangun mekanisme yang sesuai dengan karakter pasar tersebut,” tutup Kanca.

Tags: BMKSbursa komoditasJfxMetapos.idperdagangan timahtransaksi timah JFX
Previous Post

BGN Dapat Anggaran Rp240 T, Ke Mana Dana Akan Mengalir?

Next Post

TCL C7L Bawa 1.352 Precise Dimming Zones ke Indonesia

Related Posts

Sengketa dugaan pemindahan dana RDN senilai Rp2,58 miliar masuk tahap mediasi di PN Jakarta Pusat pada 9 September 2026.
Ekbis

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

4 September 2026
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) memperkuat riset dan manufaktur bisnis fragrance untuk memperluas pasar serta masuk rantai pasok global.
Ekbis

SMLE Ekspansi Bisnis Fragrance, Bidik Pasar Global

2 September 2026
DPR RI menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2030 dalam Rapat Paripurna, Selasa (1/9/2026).
Ekbis

DPR Tetapkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2030

2 September 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan NYAM Awards 2026 untuk mengapresiasi pelaku F&B lokal sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis melalui #BeliLokal.
Ekbis

Tokopedia-TikTok Shop Apresiasi Pelaku F&B Lewat NYAM Awards

2 September 2026
PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) meraih empat penghargaan IQSA 2026 berkat kepemimpinan HSSE, inovasi digital, dan penguatan budaya keselamatan.
Ekbis

PMSol Sabet Empat Penghargaan IQSA 2026

1 September 2026
Owner VIMA Christ Huong Zhi memberikan klarifikasi terkait isu negatif yang beredar serta menegaskan legalitas dan perizinan perusahaan.
Ekbis

VIMA Buka Suara soal Isu Negatif dan Legalitas Usaha

31 August 2026
Next Post
TCL C7L SQD Mini LED hadir di Indonesia dengan 1.352 Precise Dimming Zones, HDR 3.000 nits, gamut warna hingga 100% BT.2020, dan audio Bang & Olufsen.

TCL C7L Bawa 1.352 Precise Dimming Zones ke Indonesia

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini