Metapos.id, Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan para jenderal di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk terus mencermati perkembangan situasi. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat harus menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai prioritas dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Arahan tersebut disampaikan Sjafrie ketika makan bersama sejumlah jenderal di kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya sikap mawas diri sebagai landasan dalam menentukan kebijakan dan mengambil tindakan di bidang pertahanan.
“Sikap mawas diri menjadi hal mendasar untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan senantiasa berada dalam koridor kepentingan bangsa dan negara,” demikian bunyi keterangan pers Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan RI, dikutip Minggu (8/11/2026).
Sjafrie menjelaskan bahwa tugas pertahanan memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan sekadar menjalankan fungsi organisasi dan administrasi pemerintahan. Tanggung jawab tersebut menyangkut kelangsungan serta masa depan bangsa dan negara.
“Oleh karena itu, seluruh jajaran Kemhan harus memahami besarnya tanggung jawab yang diemban dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan segenap bangsa Indonesia,” jelas dia.
Sjafrie Ingatkan Pentingnya Kekompakan Jajaran Kemhan
Sjafrie turut menekankan perlunya menjaga solidaritas dan menyatukan visi di antara seluruh pejabat Kemhan. Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan setiap tugas dapat dilaksanakan dengan baik.
Ia juga meminta para jenderal meningkatkan kepekaan terhadap dinamika yang terjadi di tingkat internasional, kawasan, hingga dalam negeri. Perubahan situasi tersebut dinilai perlu dicermati karena dapat berdampak terhadap kondisi pertahanan Indonesia.
“Ditegaskan kepada pejabat Kemhan harus memiliki kepekaan dan kewaspadaan tinggi terhadap perkembangan lingkungan strategis,” jelas dia.
Lebih lanjut, seluruh jajaran Kemhan diminta mengidentifikasi setiap perubahan dan kemungkinan munculnya ancaman. Dengan begitu, langkah pencegahan maupun penanganan dapat disiapkan secara tepat sesuai perkembangan situasi.
“Berbagai perubahan dan potensi ancaman harus dicermati secara saksama, disertai kemampuan mengantisipasi serta mengambil langkah yang tepat, terukur, dan bertanggung jawab,” pungkas dia.






